Minggu, 26 Desember 2010 21:47 WIB Pendidikan Share :

Rektor UNS
Kedepankan kepentingan universitas

Solo (Espos)--Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Dr dr Much Syamsulhadi SpKJ (K) berharap ketiga calon rektor yang maju ke tahap pemilihan, mengedepankan kepentingan untuk memajukan UNS.

Syamsulhadi berpesan agar calon rektor jangan hanya memikirkan diri sendiri. Tapi memikirkan bagaimana formulasi yang tepat untuk memajukan UNS dengan menggandeng calon lainnya saat menjabat. “Tiga orang yang maju ke tahap pemilihan adalah orang-orang terbaik UNS. Jadi seharusnya mereka bertiga menempati posisi strategis semua. Jika satu orang akhirnya terpilih menjadi rektor, dua orang lainnya seharusnya memiliki jabatan strategis. Misalnya sebagai pembantu rektor,” ungkapnya ketika dihubungi Espos, Jumat (24/12),

Menurutnya, tidaklah bijak jika rektor yang nantinya terpilih tidak memberikan jabatan strategis kepada dua orang calon lainnya. Pasalnya, dua calon lainnya adalah orang terbaik UNS di antara sekitar 1.600 dosen UNS. “Calon yang ditawari jabatan strategis itu juga seharusnya mau, jika yang dipikirkan adalah kepentingan universitas. Hal ini adalah bagian dari sikap <I>legawa<I> menerima keputusan,” ujarnya.

Saat ini, ketika ketiga calon rektor menyiapkan curriculum vitae dan program kerja yang akan diajukan kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Syamsul mengingatkan agar Proker yang disusun diarahkan pada upaya-upaya untuk mempercepat kemajuan UNS menuju world class university.

Proker harus mengacu pada arahan dari Ditjen Dikti dan sesuai dengan <I>standart operation procedure<I> (SOP). “Proker harus dikumpulkan maksimal pada 30 Desember 2010,” ujarnya.

Proker tersebut, katanya, juga harus sejalan dengan visi dunia pendidikan tahun 2025. Yaitu membentuk insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, sehingga ciri khas UNS sebagai universitas yang berkualitas, tapi biayanya terjangkau, harus tetap dijaga.

Adanya kebijakan tersebut, lanjutnya, semua orang yang mampu secara akademik diharapkan bisa menempuh pendidikan tinggi. Tidak ada alasan orang miskin yang mampu secara akademik tidak bisa sekolah. Hal ini bisa diusahakan dengan mencarikan atau mengadakan program beasiswa. “Saat ini ada sekitar 5.000 mahasiswa UNS yang menerima beasiswa. Diharapkan di masa mendatang akan lebih banyak lagi,” katanya.

ewt

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…