Minggu, 26 Desember 2010 15:19 WIB News Share :

Permukiman di bawah Opak terancam lahar dingin

Sleman--Sejumlah permukiman di dusun yang berada di bawah aliran Sungai Opak di Kabupaten Sleman rawan banjir lahar dingin Merapi karena saat ini air di sungai tersebut mulai membuat aliran baru.

“Sungai Opak yang berhulu di lereng Gunung Merapi dan sebelumnya sudah buntu dan ditempati penduduk termasuk rumah juru kunci Merapi almarhum Mbah Maridjan, saat ini mulai terbentuk aliran sungai jika hujan deras mengguyur puncak gunung,” kata Kepala Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan Heri Suprapto, Minggu (26/12).

Menurut dia, kondisi tersebut sangat mengancam puluhan dusun yang berada di bawah aliran sungai tersebut karena ancaman banjir lahar dingin jika sewaktu-waktu turun hujan deras di lereng Merapi.

“Dua jembatan di sungai Opak sudah putus diterjang lahar dingin yang melalui Kaliadem, Kepuharjo,” ujarnya.

Ia menuturkan, jembatan tersebut sudah ambrol hingga pondasinya sehingga memicu kekhawatiran baru, karena sebelum erupsi Merapi 2010 air Kali Opak tidak pernah mengalir dengan deras bahkan tidak ada alirannya.

“Sungai Opak di kawasan Kepuharjo telah lama mati dan buntu, meskipun hujan deras di puncak namun Kali Opak tidak pernah banjir. Biasanya air dari puncak Merapi melewati Kali Gendol, Kali Kuning dan Kali Boyong, namun saat ini kembali hidup dan mengancam warga,” jelasnya.

Dia menyampaikan, di Kaliadem dan Kopeng yang masuk wilayah Desa Kepuharjo sudah terbentuk cerukan-cerukan baru di sekitar Sungai Opak yang menjadi aliran air bila hujan turun di puncak Merapi atau di sekitar kedua dusun tersebut.

“Sebelum erupsi Merapi 2010 ceruk-ceruk itu belum ada,” lanjutnya.

Lebar alur baru Kali Opak sekitar 10 meter hingga 20 meter meter dengan kedalaman mencapai tiga meter hingga lima meter.

“Alur tersebut akan memudahkan lahar dingin yang ada di puncak Merapi turun ke bawah sehingga dusun yang ada di desa Wukirsari terancam tersapu lahar dingin Sungai Opak ini,” paparnya.

Kepala Balai Besar Sungai Serayu-Opak Bambang Hargono mengakui selama ini memang di hulu Sungai Opak tidak lagi ada aliran air.

“Kami akan segera mempelajari fenomena baru terbentuknnya kembali alur Kali Opak di sekitar puncak Merapi ini. Dam Sabo di lereng Merapi rata-rata sudah dipenuhi material vulkanik, kami sudah menormalkan kembali fungsi sungai yang berada di lereng Merapi,” ucapnya.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…