Minggu, 26 Desember 2010 11:32 WIB Hukum Share :

Pemulung meninggal di GBK, di tengah kerumunan pengantre tiket

Jakarta– Seorang pria yang diketahui berprofesi pemulung, meninggal di tengah-tengah penuh sesak halaman Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Pria yang tidak diketahui identitasnya itu pun kini dibawa ke RS untuk diotopsi.

“Betul ada. Tapi bukan pengantri tiket, dia pemulung yang biasa memulung di GBK,” kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Hamidin saat dihubungi detikcom, Minggu (26/12).

Pria malang ini terbujur kaku di taman, tidak jauh dari pintu IX. Akibatnya, jasad laki-laki berumur sekitar 40 tahun ini langsung dikerubuti oleh penonton yang antrean. Pengantre tiket pun langsung heboh dan berduyun-duyun melihat jasad laki-laki itu.

Hamidin menceritakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Di tengah-tengah sesak para pengantre penonton, pemulung yang menfaatkan suasana untuk memulung botol-botol bekas ini, tiba-tiba merasa masuk angin. Dia lalu meminta seorang temannya untuk ngerokin.

“Dia minta temannya, dia mau dikerok. Tapi tak lama, dia malah lemas, dan mati,” kata Hamidin.

Saat ini mayat laki-laki itu telah dibawa oleh petugas Polsek ke rumah sakit untuk diotopsi. Tapi Hamidin belum tahu, petugas membawa mayat laki-laki itu ke rumah sakit mana. detikcom

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…