Minggu, 26 Desember 2010 06:54 WIB Internasional Share :

Obama kutuk serangan bunuh diri di Pakistan

Hawai--Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengutuk “serangan teroris memalukan”, Sabtu (25/12), di Pakistan barat laut, tempat seorang pembom bunuh diri menewaskan puluhan orang di sebuah proyek Program Pangan Dunia (WFP).

“Saya mengutuk dengan keras serangan teroris memalukan di Khar, Pakistan,” kata Obama dalam satu pernyataan dari Hawaii, tempat ia menghabiskan hari Natal dengan keluarganya.

“Membunuh warga sipil yang tak bersalah di luar sebuah tempat pendistribusian Program Pangan Dunia merupakan penghinaan bagi rakyat Pakistan, dan bagi semua umat manusia,” tambah Obama.

Ledakan itu terjadi di Khar, kota penting di distrik suku Bajaur, pernah menjadi benteng pertahanan gerilyawan Taliban yang telah melakukan beberapa serangan pemboman dan bunuh diri di wilayah yang dekat dengan perbatasan Afghanistan itu.

Seorang pembom bunuh diri yang mengenakan cadar, dan yang beberapa pejabat katakan adalah wanita, menewaskan sedikitnya 43 orang dan melukai 100 orang ketika banyak dari mereka sedang mengantri makanan yang didistribusikan oleh padan pangan PBB itu.

Sebagian besar dari korban adalah anggota suku setempat Salarzai, yang mendukung aksi militer terhadap gerilyawan dan membentuk milisi untuk memaksa mereka (gerilyawan) keluar dari Bajaur.

“AS berdiri bersama rakyat Pakistan dalam waktu sulit ini, dan akan mendukung dengan keras upaya Pakistan untuk menjamin perdamaian, keamanan dan kedilan yang lebih besar, bagi rakyatnya,” ujar Obama dalam pernyataan singkat.

Washington menganggap wilayah suku yang tak patuh hukum di Pakistan sebagai markasbesar global Al Qaida, dan mengatakan melenyapkan ancaman gerilyawan adalah sangat penting untuk memenangkan perang sembilan tahun terhadap Taliban di tetangganya Afghanistan.

AS mempertahankan aliansi yang tidak mudah dengan Pakistan, tempat Obama secara dramatis telah meningkatkan penggunaan pesawat mata-mata tak berawak AS untuk menggempur gerilyawan Al Qaida dan Taliban.

Islamabad dengan diam-diam bekerja sama dengan serangan pemboman pesawat mata-mata itu, yang para pejabat AS katakan telah memperlemah sekali kepemimpinan Al Qaida, tapi enggan memburu gerilyawan di Waziristan Utara dan tempat lainnya.

ant/nad

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…