Minggu, 26 Desember 2010 06:39 WIB Sport Share :

Khawatir ricuh, fans minta keamanan ditambah

Jakarta--Beberapa kali penjualan tiket Piala AFF 2010 diwarnai kericuhan karena membludaknya calon pembeli. Untuk menghindari hal tersebut, fans meminta petugas keamanan yang berjaga ditambah.

“Kalau ngeliat yang rusuh-rusuh kemarin, terus ada pemukulan dan aksi kekerasan, sebenernya khawatir juga. Tapi mau bagaimana lagi, emang kita kepingin nonton sih,” ujar Helmi Herlian, salah satu suporter Indonesia yang mengantri di sekitar GBK, seperti dilansir detikcom, Minggu (26/12) pagi WIB.

Kisruh dan kekacauan penjualan tiket pertandingan kedua Final Piala AFF 2010 dikhawatirkan bakal terulang kembali. Dengan hari ini menjadi kesempatan terakhir fans mendapatkan tiket, diyakini bakal ada lebih banyak suporter yang menyerbu GBK.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan bahkan ribuan calon penonton sudah membentuk antrian di beberapa titik penjualan tiket di sekitar GBK.

Di loket penjualan tiket yang terletak dekat Mesjid Albina, panjang antrean sudah lebih dari 70 meter. Sementara loket di dekat Hotel Mulia, panjangnya sudah mendekati lampu merah yang mengarah ke Gedung KONI.

“Saya sampai sini sudah dari jam setengah dua dan antriannya sudah panjang sekali, sampai depan Hotel Century. Ada yang datang dari jam sembilan. Gak cuma laki-laki, perempuan juga cukup banyak,” lanjut mahasiswa Universitas Pancasila yang tinggal di Depok itu.

Kekhawatiran akan munculnya kekacauan juga diutarakan oleh Andri, seorang calon penonton yang mengantri di loket dekat Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika.

“Hari ini lebih ramai dari sebelum-sebelumnya. Saya kan nonton dari babak penyisihan. Harus ditambah keamanannya, yang kemarin sih sudah lumayan banyak. Kan dibantu pakai anjing pelacak, jadi lumayan tertib. Tapi kalau ricuh lagi, saya mau pulang aja,” ujar pemuda yang tinggal di wilayah Ancol tersebut.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…