Minggu, 26 Desember 2010 22:36 WIB Boyolali Share :

Bayar Raskin, Pemkab gunakan dana talangan

Boyolali (Espos)--Kepala Bagian Perekonomian Setda Boyolali Sri Prihastoro mengatakan pembagian Raskin di wilayah bencana Merapi pada bulan November dan Desember yang sempat tertunda akibat erupsi Merapi saat ini sudah terselesaikan.

Meski demikian, untuk menyelesaikan proses pembayaran di Bulog, Pemkab menggunakan dana talangan terhadap tiga kecamatan di wilayah bencana Merapi, masing-masing Kecamatan Selo, Cepogo dan Musuk.

“Meski dengan dana talangan. Dari informasi yang masuk, sebagian wilayah sudah menyelesaikan pembayaran Raskin yang sempat tertunda itu,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/12).

Prihastoro menambahkan dana talangan untuk ketiga wilayah itu masing-masing, Kecamatan Musuk senilai Rp 68 juta, Cepogo Rp 29,12 juta dan Selo senilai Rp 77,5 juta.

“Setelah kecamatan melakukan pembayaran, uang dikembalikan ke kas daerah. Meski hingga saat ini masih ada beberapa desa yang belum menyetorkan, tetapi akhir Desember ini dana talangan itu seluruhnya sudah bisa dikembalikan,” papar dia.

Menurut Prihastoro, dalam tahun 2010 ini, total Raskin yang diterima Kabupaten Boyolali per bulan mencapai 1.500.280 kg yang dibagikan kepada 2.781 rumah tangga sasaran (RTS).

“Dengan selesainya proses penyaluran Raskin tahun 2010 ini, kami juga telah berkoordinasi dengan Bulog terkait evaluasi persoalan yang muncul. Kami juga memperoleh informasi, pembagian Raskin akan tetap dilanjutkan pada tahun 2011 mendatang,” pungkas dia.

fid

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…