Minggu, 26 Desember 2010 22:46 WIB Sragen Share :

Anggota Densus 88 gadungan tipu sejumlah Kades

Sragen (Espos)–Aksi penipuan dengan mengaku sebagai anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 menimpa sejumlah kepala desa (Kades) di Kecamatan Tanon, Kamis (23/12).

Densus gadungan tersebut mengaku tengah mengejar teroris yang bermukim di desa setempat. Kades lantas diminta mengirimkan pulsa ke sejumlah nomor handphone (HP) yang diaku milik belasan personel Densus.

Pelaku yang sama diduga juga melakukan aksi penipuan yang sama, namun dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dari jajaran Polres Sragen dan Polsek Tanon. Akibat ulah oknum tersebut, dua Kades ditipu mentah-mentah. Keduanya harus kehilangan uang senilai total Rp 4,1 juta.

Kades Kalikobok, Sriyana, menjelaskan aksi penipuan dengan modus mengaku personel Densus 88 dan jajaran kepolisian Polres Sragen, membuat dirinya merugi Rp 3,5 juta. Sriyana menceritakan, pada awalnya, seseorang yang mengaku anggota
Polsek Tanon menelepon. Orang itu mengatakan bakal ada penangkapan pelaku penganiayaan dan perampokan yang masuk wilayah Desa Kalikobok.

Untuk kelancaran kegiatan, pihak desa diminta mengirimkan pulsa ke sejumlah nomor HP. Sukses dengan aksi tersebut, giliran orang lain mengaku sebagai anggota Densus 88, juga meminta dikirim pulsa ke nomor-nomor yang diberitahukan melalui telepon.

“Bicaranya sangat meyakinkan. Pertama, dari Polsek, meminta pulsa, saya kirim Rp 1,2 juta. Lantas, telepon kedua, mengaku dari Densus 88 juga minta pulsa. Saya kemudian mengirimkan Rp 2 juta, dengan uang pribadi saya,” urai Sriyana, kepada Espos, Minggu (26/12).

Tak hanya Sriyana, Kades Tanon, Kuswanto juga tertipu. Kuswanto mengatakan pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB, dirinya ditelepon seseorang yang mengaku polisi di jajaran Polres Sragen. “Katanya, personel sudah menyebar, jadi saya diminta kirim pulsa untuk memudahkan komunikasi. Ada 11 personil, tapi karena di konter dekat tempat saya hanya punya Rp 600.000, baru itu yang saya kirim,” ujar dia.

Kuswanto urung melanjutkan mengirim sisa lima nomor dari 11 nomor yang harus dikirimi pulsa setelah memutuskan mampir ke Mapolsek Tanon. Di Mapolsek itulah, dia mendapatkan penjelasan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan pelaku yang sengaja mengaku sebagai polisi dari Polres Sragen. Kuswanto mengatakan yakin pada si penelepon lantaran gaya bicara sangat mirip dengan anggota polisi. Selain itu, pelaku juga menyebutkan inisial seseorang di desa setempat yang menjadi target penangkapan. “Inisial yang disebutkan, di desa kami memang ada orangnya,” imbuhnya.

Selain Kades Kalikobok dan Tanon, terdapat lima Kades di Kecamatan Tanon yang juga diincar pelaku. Mereka adalah Kades Slogo, Gawan, Ketro, Sambiduwur, dan Karangasem. Beruntung kelima Kades tersebut tidak langsung percaya pada oknum itu.

Kades Gawan, Sutrisna mengungkapkan dirinya menerima telepon dari orang yang mengaku Kanit di Polres Sragen. Sutrisna sengaja tak menuruti perintah Kanit yang mengaku bernama Aiptu Indra itu karena merasa curiga saat diminta kirim pulsa.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Sragen, AKP Mulyani, mewakili Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, saat dimintai konfirmasi mengaku masih menunggu informasi lengkap soal penipuan dengan mengaku anggota Densus 88 dan polisi, terkumpul. “Kami masih akan cek ke Polsek setempat. Sementara data kami belum lengkap,” katanya.

tsa

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…