Sabtu, 25 Desember 2010 19:45 WIB Sport Share :

Timnas ingin diganggu lagi, Riedl pasang badan

Kuala Lumpur –– Lagi-lagi timnas Indonesia hendak diganggu aktivitas luar lapangan seperti tempo hari dan kali ini datang dari Menegpora Andi Mallarangeng. Tak ingin kejadian terulang lagi, Alfred Riedl pun langsung menegaskan jika timnya tidak bisa diganggu.

Ketika detiksport tiba di lobi hotel Palace of Golden Horses sekitar pukul 19.15 waktu setempat, terlihat manajer tim Andi Darussalam Tabusalla sedang dihampiri oleh dua staf KBRI Malaysia yang meminta secara khusus ke-22 pemain ‘Merah Putih’ untuk bertemu dengan Menpora yang memang sengaja datang ke Malaysia untuk menonton laga final.

Namun keinginan itu pun langsung mendapat penolakan keras dari Riedl yang kebetulan baru tiba di lobi dan hendak menuju restoran untuk makan malam bersama timnya. Dua staf KBRI yang memang disuruh langsung oleh staf Menpora itu, terlibat pembicaraan serius dengan Riedl, Andi dan juga asisten manajer Iwan Budianto.

Staf KBRI itu sempat ngotot berulang kali ingin mendapat persetujuan dari Riedl agar para pemain timnas bisa bertemu dengan Menpora malam ini juga di Hotel. Namun Riedl tetap bersikukuh dengan pendiriannya dengan mengatakan jika saat ini para pemainnya memang tak bisa diganggu dan harus berkonsentrasi penuh untuk laga esok.

“Tidak bisa. Saya tidak mau pemain saya diganggu,” tegas Riedl saat berbicara dengan perwakilan staf KBRI Malaysia itu.

Alhasil kedatangan kedua staf KBRI itu ke hotel sia-sia dan mereka pun tak bisa berbuat banyak karena mereka hanya disuruh oleh Menegpora untuk menyampaikan pesan tersebut, yang akhirnya ditolak langsung oleh Riedl.

Gangguan kerap datang mendera timnas pasca penampilan gemilang mereka di penyisihan dan makin meningkat intensitasnya ketika mereka sukses lolos ke final.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…