Sabtu, 25 Desember 2010 20:54 WIB Solo Share :

Perayaan Natal di Solo aman

Solo (Espos)–Perayaan Natal di sejumlah gereja di Kota Bengawan dipastikan aman dan terhindar dari berbagai ancaman membahayakan. Pun demikian, aparat kepolisian dengan dibantu sejumlah elemen masyarakat masih tetap standby menjaga kondusifitas Kota Solo hingga perayaan Tahun Baru mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos, penjagaan ekstra ketat di sejumlah gereja mulai dijalankan aparat kepolisian dengan dibantu elemen masyarakat lainnya. Sekitar 40 anggota Brimob secara bergantian mengecek secara fisik bangunan gereja besar di Solo. Setidaknya, terdapat 13 gereja besar yang disisir pasukan Brimob bersenjata lengkap.

Selama penyisiran, mereka menggunakan alat sederhana, seperti metal detector dan senter. Hal itu difungsikan guna mengantisipasi benda-benda berbahaya termasuk bom. Penyisiran dipimpin langsung oleh Komandan Kompi Brimob, AKP Bayu Suseno. Masing-masing anggota Brimob bertugas menyisir seluruh ruangan gereja, mulai dari altar, lokasi pidato, tempat duduk jamaah, dan sudut-sudut gereja lainnya.

“Saat ini, kondisi di Solo aman terkendali. Hampir pelaksanaan Natal di Kota Solo berjalan lancar,” tegas Kasubag Humas, AKP Edi Wibowo mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana kepada Espos, Sabtu (25/12).

Dia mengatakan, kondusifnya suasana di Kota Solo tidak terlepas dari partisipasi seluruh elemen masyarakat. Hal itu diyakini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Solo cinta damai.

“Memang, yang disisir hanya 13 gereja besar, di antaranya Gereja di Purwosari, gereja di Sangkrah, gereja di Coyudan, gereja di Joyodingratan, dan lain sebagainya. Sehari sebelum Natal, kami juga mengadakan audiensi dengan perwakilan Ponpes di Solo dengan Ketua, Drs H Amrul CH Choiri. Di mana, audiensi itu dipimpin langsung Kapolresta,” ujar dia.

Menurut Wakil Ketua Paroki St Petrus Purwosari, Ignatius Supriyatno, selama Natal pihaknya sudah mengantisipasi keadaan keamanan. Upaya kerjasama dan menjalin koordinasi dengan aparat keamanan selalu dilakukan secara berkesinambungan.

“Khusus di gereja ini, jumlah jamaah maksimal mencapai 5.000 orang. Kami selalu pantau keamanan di sekitar. Untuk diketahui juga, tema Natal kali ini, yakni Merayakan Kelahiran Tuhan Yesus Dalam Dunia Moderen,” kata dia.


pso

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…