Sabtu, 25 Desember 2010 09:50 WIB Internasional Share :

Pemboman saat Natal lukai enam orang di Filipina

Filipina--Sebanyak enam orang cedera Sabtu (25/12), ketika satu bom meledak di satu gereja selama misa Natal di pulau di Filipina Selatan yang dikenal sebagai daerah gerilyawan.

Para pejabat militer belum bisa menetapkan tersangka dalam ledakan di Pulau Jolo, tapi pulau tersebut dikenal sebagai kubu Abu Sayyaf, kelompok yang memiliki kaitan dengan jaringan Al-Qaida.

“Ledakan terjadi sekitar pukul 07:15 sewaktu kebaktian berlangsung. Enam orang menderita luka ringan dalam ledakan itu,” kata jurubicara militer Letnan Randolph Cabangbang.

Randolph menambahkan di antara korban cedera adalah pemimpin misa. Dia menuturkan penyelidik polisi sedang memeriksa lokasi untuk menemukan petunjuk mengenai siapa yang mungkin bertanggung jawab.

Abu Sayyaf, gerombolan gerilyawan yang didirikan pada 1990-an dengan uang dari jaringan Osama bin Laden, telah lama menggunakan pulau yang mayoritas warganya beragama Islam, Jolo, sebagai pangkalan dan melancarkan penculikan serta pemboman.

Kelompok tersebut diduga telah melancarkan serangan teror paling buruk dalam sejarah Filipina termasuk pemboman satu feri penumpang di Teluk Manila, yang menewaskan lebih dari 100 orang pada 2004.

Abu Sayyaf juga telah menculik banyak orang asing dan orang Filipina, menyembunyikan mereka di hutan Pulau Jolo serta pulau lain di Filipina selatan.

Pasukan AS telah dikerahkan di Filipina selatan sejak 2002 untuk melatih tentara setempat dalam memburu anggota Abu Sayyaf.

Satu bom pinggir jalan yang diduga dipasang oleh anggota Abu Sayyaf menewaskan dua prajurit AS di Jolo pada September tahun lalu.

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok separatis terkecil dan mungkin paling berbahaya di Mindanao.

Beberapa anggotanya pernah belajar atau bekerja di Arab Saudi dan mengembangkan hubungan dengan mujahidin ketika bertempur dan berlatih di Afganistan dan Pakistan.

ant/nad

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…