Sabtu, 25 Desember 2010 07:53 WIB Sport Share :

Jualan tiket, PSSI diminta belajar kepada Malaysia

Jakarta--Penjualan tiket final Piala AFF di GBK berujung ricuh. Calo marak dimana-mana. PSSI pun diminta belajar pada Malaysia.

“PSSI harus belajar. Jangan sampai salah terus-terusan. Harus dikoreksi,” ujar sosiolog UI Musni Umar seperti dilansir detikcom, Sabtu (25/12).

Musni membandingkan kondisi penjualan tiket di Indonesia dengan di Malaysia. Di sana penjualan tiket bisa berlangsung tertib tanpa perlu rusuh. Padahal warga Malaysia pun cukup antusias melihat tim Harimau Malaya bertanding.

“Masa beli tiket saja harus ribut-ribut. Ini harus dibenahi,” kritik Doktor lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini.

Sebelumnya, PSSI sudah kelihatan enggan membenahi masalah tiket dan percaloan ini. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan di negeri ini, calo ada di mana-mana.

“Ya calo ada di mana-mana, susah diberantas. Sekarang kita lihat,  naik kereta saja ada calo, pesawat juga. Calo sudah di mana-mana. Di (bidang) hukum pun ada calonya,” ujar Sekjen PSSI Noegraha Besoes kepada wartawan.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….