Jumat, 24 Desember 2010 05:32 WIB Sukoharjo Share :

Soal SMKN 5, warga ancam tempuh jalur hukum

Sukoharjo (Espos)--Warga Majasto mengancam menyeret persoalan pembangunan SMKN 5 Sukoharjo ke jalur hukum jika dalam pekan ini Pemkab tak bisa memberikan keputusan pembongkaran secara tertulis atau hitam di atas putih.

Ketua Forum Pemuda Majasto (FPM), Aris Sugiyanto kepada wartawan mengaku telah mengirimkan surat desakan pembongkaran SMKN 5 Sukoharjo ke bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah (Sekda). Surat itu dilayangkan FPM, Selasa (30/11) kemarin.

“Sayangnya kami gagal bertemu bupati dan sekda, karena keduanya sedang tugas di luar kota. Tapi kami ketemu dengan wakil bupati,” terang Aris saat dijumpai wartawan beberapa saat setelah FPM mengirimkan surat desakan ke Pemkab.

Dia menambahkan, rencana FPM untuk membawa polemik pembangunan SMKN 5 Sukoharjo ke jalur hukum sebagai gugatan keras dari warga kepada pihak-pihak terkait yang selama ini terkesan saling lempar tanggungjawab.

Aris mengatakan, pembongkaran SMKN 5 yang sudah disepakti pada 13 Oktober lalu belum direalisasikan.

“Keputusan pada 13 Oktober lalu semua sepakat agar bangunan SMKN 5 dibongkar. Tapi kenapa sampai detik ini belum juga terlaksana. Kami sudah muak dengan janji-janji, dan kami merasa dibohongi Kades, Camat, dan beberapa pihak yang terlibat lainnya,” tegas Aris.

hkt

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…