Jumat, 24 Desember 2010 11:33 WIB News Share :

Dirwan Mahmud cabut testimoninya untuk tim investigasi

Jakarta--Mantan calon Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud mencabut seluruh testimoninya untuk tim investigasi MK. Dirwan yang berstatus sebagai saksi kunci merasa disudutkan karena akan dilaporkan ke polisi.

“Pak Dirwan mencabut seluruh keterangannya untuk tim investigasi. Dia merasa dirugikan,” ujar kuasa hukum Dirwan, Muspani saat dihububungi, Jumat (24/12).

“Pak Dirwan merasa malah ikut terjebak dalam persoalan antara Refly Harun dengan MK. Dia kan saksi kunci, harusnya dilindungi, bukan dipidanakan,” sambungnya.

Menurut Muspani, pencabutan testimoni Dirwan ini sama sekali tidak melanggar aturan. Pasalnya pada saat memberikan keterangan kepada tim, Dirwan tidak berada di bawah sumpah dan prosedur formal lainnya.

“Pembentukan tim dan penginvestigasian Dirwan adalah jebakan bagi orang-orang yang berusaha mengungkap bahwa MK tidak bersih,” tandas Muspani.

Testimoni Dirwan sendiri menjadi salah satu pegangan pokok dalam mengungkap kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim Konstitusi Arsyad Sanusi. Anak dan adik Ipar Arsyad, Neshawati dan Zaimar diduga turut bermain dalam judicial review yang diajukan oleh Dirwan.

Karena testimoninya untuk tim investigasi itu, Dirwan akan dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga hakim Arsyad. Dirwan dianggap mencemarkan nama baik.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….