Kamis, 23 Desember 2010 12:31 WIB News Share :

TNI bantah terima dana Freeport

Jakarta–Mabes TNI membantah informasi WikiLeaks yang memuat kabar bahwa TNI menerima aliran dana dari Freeport. TNI pun membantah tudingan pejabat Papua New Guinea (PNG) bahwa ada oknum TNI yang menyelundupkan kayu dan narkoba ke negara tetangga tersebut.

“Sampai sekarang kita belum mendengar kedua masalah itu,” ujar Kapuspen TNI, Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dikonfirmasi terkait kedua informasi itu, Kamis (23/12).

Iskandar menjelaskan pihaknya pun belum pernah menerima laporan tentang kedua pelanggaran tersebut. Menurutnya, TNI tidak perlu bersikap terlalu reaktif dengan informasi-informasi seperti itu. “Berita demikian itu, harus kita hadapi dengan bijak. Sekarang kan zaman arus informasi dan teknologi,” tambah dia.

TNI pun menyerahkan seluruh kasus yang berhubungan dengan WikiLeaks ini untuk diselesaikan Menkominfo. Menurutnya bukan domain, TNI untuk mengurusi WikiLeaks. “Kita serahkan pada Menkominfo saja,” tutup dia.

Sebelumnya media-media Australia pada Kamis (23/12) marak memberitakan sepak terjang TNI di Papua. Sebuah kawat diplomatik pada Maret 2006 menyebutkan PT Freeport menyetor sejumlah dana ke TNI dan Polri untuk membantu pengamanan kegiatan Freeport.

Sementara sebuah kawat lain pada tahun yang sama juga mengungkapkan pertemuan pejabat pemerintah Papua Nugini dan diplomat AS. Pejabat Papua Nugini itu menuding TNI terlibat dalam penyelundupan kayu dan narkoba ke perbatasan Papua Nugini.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…