Kamis, 23 Desember 2010 08:33 WIB News Share :

Rp 773 juta terkumpul untuk anak TKI terlantar

Jakarta-Malam Peduli Anak Tenaga Kerja Indonesia yang diadakan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerjasama Yayasan Puri Cikeas dan Rumah Peduli Anak TKI (RPA TKI), berhasil mengumpulkan dana Rp 773.660.350. Dana ini akan digunakan untuk memperhatikan nasib anak TKI yang ditinggal orangtuanya ke luar negeri.

Berdasarkan siaran pers yang diterima, acara tersebut digelar,  Rabu (22/12) malam di Kantor BNP2TKI, Jakarta. Acara ini dihadiri Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), keluarga dan mantan TKI, aktivis peduli TKI, pejabat di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BNP2TKI, serta kalangan pengusaha menengah.

Turut memeriahkan Malam Peduli Anak TKI atau Malam Penggalangan Dana Anak TKI yaitu artis Dewi Yull dan Debo, artis cilik juara Indonesian Idol 2009 yang merupakan anak TKI.

Selanjutnya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun Rumah Peduli Anak TKI di kawasan Cikeas, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat dengan luas 1.000 meter persegi.

“Sebenarnya, kita masih kekurangan dana senilai Rp 750 juta untuk pembebasan lahan dan pembangunan RPA TKI, yang secara keseluruhan membutuhkan biaya Rp 1, 5 miliar,” kata Jumhur.

Menurut Ketua RPA TKI, Soeryo Poetranto, pihaknya akan segera membangun RPA TKI yang sederhana namun memadai, sehingga bisa menampung puluhan anak TKI terlantar yang dikelolanya. “Prinsipnya pada 2011 RPA TKI sudah terwujud,” ujar Soeryo.

RPA TKI, kata Soeryo, selama ini hanya menggunakan rumah sewa tidak begitu luas di kota Tangerang, Banten guna memelihara anak-anak TKI itu. Diakui, RPA TKI sekitar tiga tahun ini telah memelihara puluhan anak TKI dengan jumlah yang cenderung bertambah setiap tahunnya. Anak-anak TKI itu ditampung RPA TKI Penata Laksana Rumah Tangga setelah dibawa pulang oleh TKI dari luar negeri, yang sebagian besar di antaranya tidak mau membawa pulang anaknya ke kampung halaman.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…