Kamis, 23 Desember 2010 12:22 WIB Hukum Share :

Putusan banding Arafat tetap lima tahun

Jakarta--Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menerima putusan banding atas perkara mafia pajak dengan terdakwa Kompol Arafat dan Alif Kuncoro. Arafat tetap dihukum lima tahun penjara, sedangkan Alif Kuncoro dihukum satu tahun 8 bulan.

“Iya, sudah keluar (putusan bandingnya),” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, M Yusuf saat dihubungi wartawan, Kamis (23/12).

Yusuf menuturkan, putusan banding keduanya diterima oleh Kejaksaan pada Rabu (22/12) kemarin dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Dalam putusan nomor: 343/PID/2010/PT DKI tanggal 6 Desember 2010 tersebut telah menguatkan putusan PN Jaksel yang telah menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mohamad Arafat Ananie dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 150 juta subsidair 4 bulan kurungan.

“Arafat tetap lima tahun,” tutur Yusuf.

Sedangkan dalam putusan nomor: 360/PID/PT.DKI tanggal 14 Desember 2010, Majelis Hakim Banding menghukum terdakwa Alif Kuncoro dengan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan. Putusan ini lebih tinggi 2 bulan dari putusan Hakim PN Jaksel sebelumnya.

“Alif Kuncoro tambah dua bulan, dari satu tahun enam bulan jadi satu tahun delapan bulan,” ucapnya.

Dikatakan Yusuf, tidak ada perubahan signifikan dalam pertimbangan hakim atas putusan banding ini. Namun demikian, Yusuf menyatakan dirinya telah meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus ini untuk membuat berita acara pendapat apakah akan mengajukan kasasi terhadap putusan ini atau tidak.

“Tapi saya minta JPU untuk minta berita acara pendapat apakah akan mengajukan kasasi atau tidak. Kalau putusannya sudah dua per tiga, saya kira tidak usah. Tapi kan kasasi bukan berdasar besar kecilnya putusan, tapi apa yang menjadi pertimbangan hakim,” tandasnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…