Kamis, 23 Desember 2010 23:11 WIB Sragen Share :

Papan nama Kantor Bapeluh Sragen ditutup Pradja Nusantara Bangkit

Sragen (Espos)--Sejumlah pegawai di Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Kabupaten Sragen mengaku resah, karena papan nama Kantor Bapeluh Sragen ditutup sepihak oleh Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa Jateng (Pradja) Nusantara Bangkit pada Rabu (22/12) sore.

Penutupan papan nama Kantor Bapeluh dengan Sekretariat Prajda Nusantara Bangkit baru diketahui Kamis (23/12) pagi, ketika sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kantor Bapeluh masuk kantor. Penutupan papan nama itu dinilai sejumlah pegawai Bapeluh sebagai bentuk arogansi Pradja.

Kabid Perancangan Evaluasi dan Pelaporan Bapeluh Sragen, Triatmono saat dijumpai Espos, Kamis, mengungkapkan pemasangan papan nama Sekretariat Pradja mestinya harus menggunakan etika yang baik, bukan arogan. Dia mengaku Pradja Nusantara Bangkit Sragen memang mendapatkan fasilitas sekretariat atas rekomendasi Bupati Sragen di Kantor Bappeluh, yakni di aula paling timur.

“Kami sudah menerima dan menyediakan tempat. Meskipun rekomendasi masih bersifat lisan, kami tetap menerima. Namun ulah mereka justru membuat kami tidak nyaman. Kalau mau memasang papan nama mestinya memberitahu dulu, bukan tiba-tiba asal tutup papan nama. Pradja yang harus proaktif,” tegasnya.

Dia bermaksud bakal menyampaikan persoalan ini kepada pimpinan Bapeluh untuk selanjutnya disampaikan ke pimpinan di atasnya. Menurut dia, Kantor Bapeluh Sragen rencana bakal dipindahkan di Kompleks Kantor Dinas Pertanian mulai Januari 2011. Sedangkan Kantor Bapeluh bakal dijadikan Sekretarat Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten.

Sementara Ketua Pradja Nusantara Bangkit Sragen, Aryamto saat dihubungi Espos menyatakan pemasangan papan nama itu sudah seizin Kepala Bapeluh. Dia mengatakan, pemasangan papan nama itu dilakukan anggota Pradja. Namun Aryamto mengaku tidak mengetahui jika pemasangan papan nama itu justru menutup papan nama Kantor Bapeluh. “Terkait kesalahan itu, kami sudah meminta anggota yang bersangkutan agar memindahkan papan nama itu sesuai dengan tempatnya yang tepat,” terangnya.

trh

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…