Kamis, 23 Desember 2010 20:36 WIB Sport Share :

Marching Band UNS bertekad lolos final Piala Ibu Presiden

Solo (Espos)--Menjadi satu-satunya wakil Jateng dalam Kejurnas Grand Prix Marching Band di Istora Senayan Jakarta, Minggu-Senin (26-27/12), merupakaan kebanggaan tersendiri bagi tim UNS. Mereka pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempataan tersebut dengan bertekad lolos ke putaran final.

Bukannya tanpa alasan, jika tim UNS yang dikomandoi Gema Taufan Zhikrulloh sebagai <I>field commander<I> pertama ini bernafsu lolos ke babak final. Pasalnya pada keikutsertaan kali pertama, 2008 silam, tim ini bisa menembus babak semifinal dan menempati rangking tujuh besar.

“Oleh sebab itu, pada keikutsertaan kali kedua ini, kami memang berharap bisa memperoleh hasil lebih baik. Semoga tahun ini, kami bisa lolos ke final,” ujar Ketua Harian Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Solo yang juga merangkap sebagai player tim UNS, Perwirawan Utama kepada Espos, Kamis (23/12).

Pada ajang ini tim marching band UNS akan tampil dengan kekuataan penuh bermaterikan 86 pemain. Ke-86 pemain ini dibagi dalam empat bagian, yakni sekitar 40 player bermain sebagai bass selection, 13 player (perkusi), 18 orang sebagai colour guard dan 12 orang sebagai pitch ditambah dua orang sebagai field commander.

Mereka akan tampil dalam kategori divisi umum yang diikuti oleh 11 peserta.

Selain divisi umum, dalam ajang yang memperebutkan trofi Ibu Ani Yudhoyono tersebut juga dipertandingkan kategori pembelajaraan (sekolah). Pada kategori ini enam tim/peserta dipastikan turut ambil bagian.

Pada ajang ini, tim UNS akan tampil pada nomor lomba display (unjuk gelar). Pada nomor ini dibutuhkan kekompakaan dan variasi gaya maupun musikalitas. Semuanya itu telah mereka asah sejak beberapa bulan lalu dalam pemusataan latihan di Kampus UNS Solo.

Menyinggung tentang persaingan dalam ajang ini, Perwirawan mengaku akan menghadapi lawan-lawan yang tangguh dengan segudang pengalaman internasional. Pada ajang ini akan tampil tim seperti Garuda Flag (milik maskapai Garuda Indonesia Airlines), tim Masjid Istiqlal, Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Tehnologi Bandung (ITB) dan Marching Band Gita Suro Sowan Banten.

“Lawan berat dalam ajang ini adalah Gita Suro Sowan. Pada edisi 2009 lalu, mereka tampil sebagai <I>runner up<I> setelah dikalahkan Pupuk Kaltim. Namun kali ini, Pupuk Kaltim absen karena harus tampil di kejuaraan internasional,” pungkas Perwirawan.


yud

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…