Kamis, 23 Desember 2010 22:10 WIB Klaten Share :

Lereng Merapi di Kemalang akan direklamasi

Klaten (Espos)--Kawasan lereng Merapi di wilayah Kemalang, Klaten yang terkena dampak erupsi akan segera direklamasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat siap menanam ribuan bibit pohon untuk memulihkan lahan supaya kembali produktif.

Asisten II Sekda Klaten, Edy Hartanta, saat berjumpa dengan wartawan di Kompleks Setda Klaten, Kamis (23/12), menuturkan pemulihan lahan menjadi agenda Pemkab yang mendesak dilaksanakan, di samping upaya rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan. “Agenda pemulihan mencakup penanaman kembali pohon-pohon di turus jalan serta bantuan bibit untuk petani,” jelasnya.

Dia menguraikan kawasan Balerante yang kondisinya paling parah diterjang letusan Merapi menjadi prioritas untuk dihijaukan kembali. Dikatakan Edy, secepatnya dilakukan penanaman bibit pohon secara massal dengan melibatkan warga setempat. Sedangkan untuk teknis penyediaan bibit serta pelestarian tanaman, menurutnya ditangani oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Dinas Pertanian.

Kepala BLH Klaten, Bambang Agoestiono mengatakan, untuk tahap awal, reklamasi dilaksanakan menggunakan bantuan dari Komisi VII DPR senilai Rp 200 juta dan diwujudkan dalam bentuk penanaman bibit pohon yang membuahkan hasil dalam waktu singkat. “Misalnya pohon mangga, cengkih serta durian. Dalam waktu beberapa tahun hasilnya bisa dinikmati petani,” jelasnya saat dihubungi via telepon.

Selain pohon buah, BLH menurutnya juga mempunyai stok bibit pohon jati mas. Namun untuk menikmati hasil dari pohon itu, petani harus sabar menunggu hingga bertahun-tahun. Diungkapkan olehnya, penanaman pohon secara massal akan dipusatkan di kawasan tertentu agar lebih mudah pemeliharaan dan pengawasannya. Pohon juga ditanam di pekarangan milik warga supaya bisa dirawat dengan baik.

Dia menambahkan, reklamasi juga berlanjut dengan dana APBD 2011 yang saat ini masih digodok di DPRD. Rencananya, papar Bambang, tahun ada anggaran sekitar Rp 173 juta untuk reklamasi.

Diungkapkan dia, wilayah lereng Merapi merupakan daerah tangkapan air sehingga harus dijaga kelestariannya supaya fungsi itu tidak terganggu. Jika dibiarkan tanpa penghijauan, lingkungan setempat dikhawatirkan menjadi tandus. Bambang mengakui erupsi Merapi mengurangi daya tangkap air. Dia berharap dengan ditanami pohon, daya tahan tanah untuk menangkap air bisa pulih kembali sebagaimana mestinya.

rei

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…