Kamis, 23 Desember 2010 12:55 WIB News Share :

Kapolda DIY
Insiden penembakan mahasiswa UPN Veteran itu salah paham

Yogyakarta– Kapolda DIY Brigjen Ondang Soetarsa mengatakan insiden penembakan terhadap Widiarto alias Ndaru ,22, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta adalah kesalahpahaman aparat Polres Sleman. Apabila korban tidak lari saat dihentikan petugas patroli, hal itu tidak akan terjadi.

“Ini kesalahpahaman. Andai kata tidak lari, tidak seperti itu,” kata Ondang Soetarsa usai gelar pasukan Operasi Lilin Progo 2010 di Mapolda DIY di Ringroad Utara Condongcatur, Sleman, Kamis (23/12).

Menurut dia, petugas saat kejadian itu berpatroli di wilayah Kecamatan Depok, Sleman menggunakan mobil. Karena curiga ada sepeda motor yang dituntun tanpa plat nomor, petugas kemudian menghentikan dan menanyakan surat-surat kelengkapan motor. Wajar kalau polisi curiga, mengingat angka pencurian sepeda motor sangat tinggi di Sleman dan Kota Yogyakarta.

“Mungkin saat dihentikan itu korban takut. Sedang petugas juga tidak ingin sasarannya lari sehingga terjadi peristiwa tersebut,” katanya.

Dia mengatakan saat ini pistol yang digunakan untuk menembak sudah diamankan. Petugas yang melakukan dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemeriksaan.

“Proses penyelidikan saat ini sudah berjalan, nanti akan kita lihat apakah ada pelanggaran atau tidak termasuk sanksinya,” katanya.

Ondang menambahkan saat ini kondisi korban sudah membaik. Polisi juga akan menangani korban dengan pelayanan yang terbaik,” pungkas Ondang Soetarsa.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…