Kamis, 23 Desember 2010 08:40 WIB News Share :

Golkar anggap wajar PD minta PKS keluar koalisi

Jakarta–Partai Golkar menganggap wajar adanya perselisihan pendapat yang cukup keras antara Partai Demokrat (PD) dan PKS. Golkar juga memaklumi teguran keras PD hingga menyarankan PKS keluar dari Setgab koalisi.

“Saya sebetulnya enggan menjawab karena ini urusan masing-masing partai. Tapi wajar saja ada perdebatan itu, pernyataan PD mungkin ekspresi kegetiran mendengar pernyataan PKS yang cukup keras. Kita lihat saja nanti,” ujar Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, Kamis (23/12).

Hal ini disampaikan Priyo menanggapi saran PD agar PKS keluar koalisi jika tidak puas dengan bangunan Setgab koalisi. Jubir PD, Ruhut Sitompul, bahkan terang-terangan meminta PKS keluar dari koalisi.

Priyo kemudian menyentil PKS yang berencana menggalang kekuatan tengah untuk mengimbangi dominasi Golkar dan PD di Setgab koalisi. Menurut Priyo, tidak ada dominasi PD dan Golkar dalam Setgab koalisi. “Kita semua menghargai kesetaraan, Setgab tidak dibangun untuk menyamakan pendapat,” jelas Priyo.

Sebelumnya diberitakan PD menyarankan PKS secara ksatria keluar dari koalisi jika merasa tidak puas dengan efektifitas Setgab koalisi. Pernyataan keras PD sendiri dilontarkan karena PKS terlebih dahulu menyebut PD bersama Golkar mengkerdilkan fungsi Setgab koalisi.

Tak hanya itu saja, PKS bahkan mewacanakan penggalangan kekuatan tengah untuk mengimbangi Golkar dan PD. Bahkan PKS mengajak partai tengah di koalisi untuk berkonsolidasi dengan PDIP untuk mempersiapkan capres 2014.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….