Kamis, 23 Desember 2010 20:21 WIB News Share :

Gedung KPU Salatiga terbaik se-Indonesia

Salatiga (Espos)--Gedung baru milik KPU Salatiga yang diresmikan, Kamis (23/12), disebut-sebut Ketua KPU Pusat, Abdul Hafiz Anshari, sebagai gedung terbaik yang dimiliki KPU kabupaten/kota se-Indonesia. Selain itu, KPU Salatiga menjadi KPU pertama di Jateng yang telah memiliki gedung sendiri.

Hal ini dikatakan Anshari dalam sambutannya pada acara peresmian gedung berlantai dua di Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Salatiga tersebut. Ia berharap keberadaan gedung tersebut dapat menunjang kinerja KPU dalam melaksanakan tugasnya menggelar pesta demokrasi di Indonesia. Terlebih bagi KPU Salatiga yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Pilkada pada 8 Mei 2011.

“Kami ucapkan terimakasih kepada walikota yang telah banyak membantu dalam pembangunan gedung ini. Formalnya gedung ini milik KPU. Namun sebenarnya gedung ini miliki negara. Karena KPU merupakan bagian dari penyelenggara negara,” papar Anshari dalam acara yang dihadiri pula oleh Ketua KPU Jateng, Ida Budhiati; Walikota John Manuel Manoppo, serta jajaran Muspida Salatiga.

Ditambahkan Anshari, dari 497 kabupaten/kota se-Indonesia baru tiga KPU saja yang sudah memiliki gedung tersendiri termasuk Salatiga. Sebanyak 65 KPU kabupaten/kota baru memiliki tanah yang sebagian merupakan tanah hibah. Sisanya masih menyewa maupun menginduk pada bangunan milik Pemda setempat.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua KPU Salatiga, Suryanto, mengatakan pembangunan gedung dua lantai yang berdiri dia tas tanah hibah Pemkot Salatiga ini menelan dana sekitar Rp 1,6 miliar dengan waktu pengerjaan tidak sampai enam bulan. Gedung yang memiliki lebih dari tujuh ruangan yang salah satu di antaranya aula pertemuan dianggap jauh lebih representatif dibandingkan dengan gedung lama di Jalan Ki Penjawi, Kecamatan Sidorejo.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…