Kamis, 23 Desember 2010 15:23 WIB Hukum Share :

Gebuki petugas loket, massa dibubarkan polisi

Jakarta–Petugas loket tiket final Piala AFF di depan TVRI digebuki para pengantre. Bahkan si petugas diburu hingga ke dalam stadion oleh ratusan massa. Polisi pun membubarkan massa.

Pantauan, Kamis (23/12) laki-laki penjaga loket yang memakai baju putih itu sempat diamankan oleh aparat dari kepungan massa. Kepalanya berdarah, bahkan tidak bisa berdiri. Ia lalu dibawa oleh petugas masuk ke dalam stadion.

Tapi kemarahan massa rupanya belum reda. Ratusan massa ikut merangsek masuk stadion mengejar si lelaki malang itu. Sekitar 50 orang polisi pun memukul balik massa. Mereka mengejar pengantre yang hendak menyerang penjaga loket yang telah luka parah.

Dikejar polisi, massa lalu lari berhamburan. Massa yang semula mengantre tiket final Piala AFF, pun bubar. Namun, perlahan massa kemudian kembali berkerumun di sekitar lokasi. Tetapi dua loket di depan TVRI sudah ditutup karena tiket sudah habis.

Sebelumnya diberitakan, massa menyerbu penjaga tiket setelah kehabisan tiket. Penjaga yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki pun tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan dua perempuan penjaga loket menangis tersedu-sedu saat massa mengepung loket dari depan dan belakang. Tak lama, pintu belakang loket pun hancur lantaran dibuka paksa oleh massa. Massa langsung menggebuki penjaga loket laki-laki.

Menurut salah seorang pengantre, Adi, seorang penjaga laki-laki tersebut kedapatan menjual tiket dari pintu belakang kepada salah seorang oknum polisi. Melihat hal itu, massa pun berang. “Tadi kita lihat cowok yang putih di dalam loket menjual karcis lewat belakang kepada polisi. Makanya kita minta dia dikeluarin,” ujar Adi menggebu-gebu.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…