Kamis, 23 Desember 2010 16:09 WIB Sport Share :

Final AFF sarat gengsi, emosi dan harga diri'

Jakarta–Final AFF Suzuki Cup 2010 antara Malaysia versus Indonesia diprediksi akan berlangsung seru. Sebab pertarungan kedua tim tak hanya soal skill dan strategi, tapi juga sentimen antara dua negara.

Dari survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), sentimen publik Indonesia terhadap Malaysia sangat negatif. Mayoritas publik Indonesia tidak suka dengan Malaysia.

“Sebanyak 59,2 persen publik menyatakan tidak atau kurang suka dengan Malaysia. Hanya 33,3 persen saja yang menyatakan suka atau cukup suka dengan Malaysia,” kata peneliti LSI, Adrian Sopa saat jumpa pers di Cafe Pisa, Jl Mahakam, Jaksel, Kamis (23/12).

Adrian mengatakan, sentimen negatif ini dipengaruhi oleh sejumlah masalah kedua negara yang tak kunjung selesai. Mulai perlakuan Malaysia terhadap TKI Indonesia, penangkapan petugas DKP oleh polisi Malaysia, hingga klaim sejumlah kesenian dan budaya Indonesia oleh Malaysia.

“Kemenangan Indonesia atas Malaysia sedikit banyak akan ikut mengobati kekecewaan publik Indonesia pada Malaysia. Persis seperti yang dilakukan Argentina ketika berhasil mengalahkan Inggris 2-1 pada Piala Dunia 1986,” terangnya.

Survei ini mengambil 1.000 responden. Dengan metodologi Multistage random sampling menggunakan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

“Margin of error sebesar +/- 5 persen,” imbuh Adrian.

Penelitian ini dilakukan awal Oktober yang bertujuan untuk mengetahui sentimen negatif publik Indonesia atas Malaysia. Adrian menambahkan, pertandingan final telah menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Kemenangan Firman Utina Cs akan mempengaruhi psikologis masyarakat Indonesia.

“Final Piala AFF antara Indonesia dan Malaysia diperkirakan bukan hanya melibatkan teknik bermain bola, tetapi juga emosi, gengsi, dan harga diri. Hal ini karena sentimen publik Indonesia yang negatif pada Malaysia,” tegas Adrian.

Dalam survei ini juga dipaparkan, bahwa tingkat kebanggaan orang Indonesia pada negaranya sangat tinggi. “Sebanyak 92,1 persen publik Indonesia merasa bangga sebagai orang Indonesia. Jika dibandingkan dengan Malaysia berdasarkan data dari WVS (World Value Survey) rasa kebanggan orang Indonesia sebagai bangsa lebih tinggi,” tukasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…