Kamis, 23 Desember 2010 10:38 WIB News Share :

Divonis mati, Babe siapkan kasasi

Jakarta–Baekuni alias Babe diganjar hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Putusan tertanggal 13 Desember 2010 itu sekaligus memberatkan vonis seumur hidup yang pernah diketuk Pengadilan Negeri Jakarta Timur Oktober lalu.

Kuasa hukum Babe, Rangga B Rikuser, mengatakan dirinya tidak mengetahui putusan Majelis Hakim Tinggi H Sumantri, Ahmad Sobari, dan Roki Panjaitan, yang memberatkan vonis di tingkat pengadilan negeri.

Jangankan putusan PT, dia mengaku tidak tahu menahu mengenai pelayangan banding jaksa penuntut umum dalam vonis sebelumnya. “Kita kecolongan, kita akan tempuh upaya hukum kasasi,” kata Rangga saat dihubungi, Kamis (23/12) pagi.

Dia menilai putusan PT tersebut merupakan bentuk putusan cacat hukum. Pasalnya, dia tidak mengetahui jika jaksa melayangkan banding. Dia menyebut Pengadilan Jakarta Timur tidak memberitahukan kepada tim kuasa hukum jika jaksa penuntut melakukan banding.

“Padahal kita sudah beberapa kali menanyakan banding itu ke jaksa dan dijawab selalu belum disiapkan. Putusan itu cacat hukum karena tidak disertai memori banding,” kata Rangga.

Dirinya tidak tinggal diam dengan putusan PT yang telah diterima PN Jaktim, Rabu (22/12) kemarin. Siang ini dia akan mendatangi PN Jaktim untuk menanyakan proses keluarnya putusan PT. “Sekitar jam 11.00 WIB siang ini saya akan tanyakan itu,” tutur Rangga.

Dalam Pertimbangan amar putusan yang memberatkan vonis hukuman Babe, majelis hakim menilai perbuatan Babe dinilai kejam dan biadab hanya karena tidak terpenuhi hasrat seksnya menyodomi 14 anak di bawah umur, dia membunuh anak-anak tersebut.

“Pertimbangan memberatkan juga dia melakukan pembunuhan tanpa penyesalan,” kata Ketua PN Jaktim Karel Tuppu di kantornya, Rabu (22/12).

Tindakan Babe juga dinilai meresahkan masyarakat yang menginginkan suasana kondusif di lingkungannya. “Tidak ada hal yang meringankan,” imbuh Karel.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…