Mobil yang terpakir di Mapolda Jatim/Rois Mobil yang terpakir di Mapolda Jatim/Rois
Kamis, 23 Desember 2010 08:16 WIB News Share :

Abu vulkanik Bromo sampai di Sidoarjo dan Surabaya

Mobil yang terpakir di Mapolda Jatim/Rois

Mobil yang terpakir di Mapolda Jatim/Rois

Jakarta–Dampak abu vulkanik Gunung Bromo diperkirakan sudah mencapai kawasan Surabaya, dan Sidoarjo. Abu gunung eksotik di Probolinggo ini terbawa oleh hujan yang mengguyur Sidoarjo dan sekitarnya, Rabu (22/12) malam.

“Motor saya kan terkena hujan. Setelah kering, terlihat kotor seperti abu,” ujar Susanto, warga Sidoarjo, Kamis (23/12).

Susanto mengatakan, abu yang sudah mengering itu diketahui pagi tadi saat akan berangkat bekerja. Tak hanya motor saja yang terlihat bekas abu yang tipis, tapi juga kap mobil yang menjorok ke luar atap rumah. “Saya lihat di mobil kapnya penuh bekas abu seperti di atas jok motor saya,” tuturnya.

Sementara, Lina, warga Sidoarjo yang tinggal di kawasan Sukodono, juga mengaku kaget dengan kondisi terasnya rumahnya yang penuh dengan bekas abu. Abu yang diperkirakan dari Gunung Bromo itu terlihat jelas dengan bekas air hujan yang mengguyur Rabu malam.

“Biasanya kalau habis hujan, teras rumah tidak sekotor ini. Tapi pagi ini kok teras penuh dengan bekas abu bercampur air yang sudah mengering,” ungkap Lina, dengan nada keheranan.

Teguh, prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Juanda mengatakan, tidak menutup kemungkinan abu yang terbawa angin dan hujan di Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya adalah abu dari Gunung Bromo.

“Secara logika, abu dari Gunung Bromo kan tidak terlalu tinggi dan terbawa angin di bagian permukaan mengarah ke Sidoarjo,” ujar Teguh, saat dihubungi.

Arah angin di permukaan setinggi sekitar 0-10 meter mengarah ke barat daya. Sedangkan yang diatas sekitar 10 Km mengarah ke timur laut. “Saya rasa dampak abu gunung Bromo secara umum masih aman,” tuturnya.

Dari pantaun, abu yang diperkirakan dari Gunung Bromo juga terlihat di mobil-mobil yang di terparkir di Mapolda Jatim.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….