Rabu, 22 Desember 2010 10:31 WIB News Share :

Tiga bidan peraih Srikandi Award 2010

Jakarta–Tiga bidan teladan telah terpilih dari seluruh Nusantara dalam penghargaan Srikandi Award 2010. Bidan-bidan ini terus berjuang menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Srikandi Award adalah sebuah program pembinaan dan penghargaan terhadap bidan yang memberikan baktinya bagi masyarakat khususnya dalam upaya menurunkan angka malnutrisi, angka kematian bayi atau balita dan meningkatkan derajat kesehatan ibu dalam program Pos Bhakti Bidan.

Srikandi Award Tahun 2010 adalah pelaksanaan untuk kali kedua setelah tahun 2009. Program ini diharapkan mampu menginspirasi dan mengajak para bidan untuk ikut serta berkomitmen dan berupaya mendukung tercapainya peningkatan kualitas taraf kesehatan masyarakat khususnya ibu dan anak.

Srikandi Award ini utamanya dinilai sejauh mana pencapaian key performancenya dan daya ungkit pemberdayaan di dalam masyarakat, serta keberlanjutan programnya,” jelas Dr Harni Koesno, MKM, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), disela-sela acara Malam Penganugerahan Srikandi Award 2010 di Balai Kartini, Selasa malam (21/12).

Peraih bidan Srikandi Award 2010 ini terdiri dari tiga kategori program yang merupakan target Millenium Development Goals (MDGs), yaitu MDGs 1 (menurunkan angka status gizi kurang/buruk pada balita), MDGs 4 (menurunkan angka kematian anak) dan MDGs 5 (meningkatkan kualitas kesehatan ibu).

Menurut Dr Harni, sudah ada patokan apa yang akan dikerjakan untuk bidan di dalam rangka prospektif bidan, yaitu untuk MDGs 1, MDGs 4 dan MDGs 5.

Masing-masing pemenang dari 3 kategori itu adalah:

Pemenang untuk kategori MDGs 1
Bidan Siti Fatonah dari Kendal, Jawa Tengah, dengan program Perbaikan Gizi Anak-anak Hutan Karet secara Intensif.

Pemenang untuk kategori MDGs 4
Bidan Debora Harmi dari Semarang, Jawa Tengah, dengan program Perbaikan Gizi melalui Pemberdayaan Ekonomi Warga-Kegiatan Wirausaha Tempe.

Pemenang untuk kategori MDGs 5
Bidan Sinti Muntianah dari Kota Batu, Jawa Timur, dengan program Program Terpadu Kesehatan Ibu.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…