Rabu, 22 Desember 2010 09:47 WIB Hukum Share :

Salah paham, warga Kadipiro dianiaya

Solo (Espos)–Rifai, 28, warga Clolo RT 4/RW XIX, Kadipiro, Banjarsari menjadi korban penganiayaan di kompleks pembangunan sumur dalam di Lemah Abang, Banjarsari, Selasa (21/12) pukul 19.00 WIB.

Selama dianiaya,korban sempat dipukul dengan linggis dan mendapatkan bogem mentah berulang kali dari sejumlah orang. Menurut pengakuan korban, kejadian tersebut bermula saat dirinya
hendak mencari salah seorang temannya di Kadipiro. Saat korban melintas di area pembangunan sumur dalam, dirinya bertemu dengan warga lain yang sebenarnya masih tetangga, yakni Kris.

Setelah terlibat obrolan sengit, sehingga keduanya terjadi salah paham. Alhasil, Rifai
dipukul linggis oleh Kris sebanyak satu kali. Usai dipukul dengan linggis, Rifai berusaha merebut linggis yang dikuasai Kris yang
menyebabkan saling tarik-tarikan merebut linggis. Waktu itu, muncul pula putera Kris bernama Andrea. Diduga, lantaran salah paham, Andrea pun ikut memukul Rifai sebanyak satu kali.

Dalam waktu singkat, sekitar delapan warga lainnya yang berada di lokasi kejadian ikut
mengeroyok Rifai. “Memang cukup banyak yang mengeroyok saya saat kejadian,” jelasnya
saat ditemui Espos di kompleks Mapolsek Banjarsari, Selasa malam.

Kendati mendapatkan perlakuan semena-mena, lanjut Rifai, dirinya tidak berusaha membalas. Sebaliknya, dirinya ingin menempuh jalur hukum.
“Saya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjarsari,” ujarnya.

pso

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…