Rabu, 22 Desember 2010 22:32 WIB Solo Share :

Nama Pasar Windujenar bakal diganti Pasar Triwindu

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal mengembalikan nama Pasar Windujenar dengan nama Pasar Triwindu sebagaimana yang pernah dikenal oleh masyarakat sebelum Pemkot membenahi pasar tersebut tahun 2008 lalu.

Walikota Solo, Joko Widodo mengemukakan rencana pengembalian nama Pasar Windujenar menjadi Pasar Triwindu dengan alasan banyaknya masukan dan protes dari sejumlah kalangan, termasuk pihak Pura Mangkunegaran. ”Ya, akan segera kami kembalikan namanya menjadi Pasar Triwindu sebagaimana pernah dikenal oleh masyarakat sejak dulu,” ujar Walikota ketika ditemui wartawan di Rumah Makan Omah Sinten, Rabu (22/12).

Walikota mengaku saat pemberian nama Pasar Windujenar pihaknya sendiri heran dengan dipilihnya nama Windujenar dan bukan Triwindu. Sebab menurut Walikota, nama Pasar Triwindu justru lebih melegenda dibandingkan nama Pasar Windujenar.

”Sejak dulu branding-nya ya Triwindu. Saya sendiri heran mengapa justru setelah dibenahi nama yang dipilih Windujenar. Dengan adanya masukan dan saran dari pihak Keraton Mangkunegaran, masyarakat, kalangan budayawan serta pedagang, saya sudah minta dinas terkait (Dinas Pengelolaan Pasar (DPP)-red) untuk segera mengurus perubahan nama tersebut,” kata Walikota.

Hal itu dibenarkan Kepala DPP Kota Solo, Subagiyo saat ditemui terpisah. Subagiyo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai materi, termasuk mengumpulkan historis nama kawasan pasar yang dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang antik di Kota Solo tersebut. Termasuk sejarah nama Triwindu dan Windujenar.

Pergantian nama tersebut, dikatakan Subagiyo, tidak akan memakan waktu lama. Sehingga dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Keputusan pergantian nama nanti juga cukup dituangkan dalam surat keputusan (SK) Walikota,” pungkasnya.

sry

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…