Rabu, 22 Desember 2010 13:04 WIB News Share :

Masih keluyuran, tunjangan profesi dosen Unnes akan dicabut

Semarang (Espos)–Pihak Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menghentikan tunjangan profesi bagi dosen dan profesor apabila mereka masih sering keluyuran dan justru meninggalkan tugasnya  yakni mengajar.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unnes, Prof . Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si dalam acara Fokus Diskusi yang digelar Kelompok Diskusi Wartawan Jateng bekerjasama dengan Unnes, Rabu (22/12) .

Lebih lanjut dalam acara yang dihelat di Kampus Unnes Sekaran Gunungpati itu Sudijono mengatakan tindakan tegas tersebut akan dilakukan mengingat tunjangan profesi yang diberikan untuk meningkatkan profesionalisme dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kampus.

Ia menambahkan tunjangan yang diberikan dinilai cukup besar. Tunjangan profesi bagi dosen, jelasnya senilai Rp 2 juta, sementara bagi profesor Rp 6 juta. Sementara jumlah dosen yang telah tersertifikasi saat ini mencapai 200 orang dari total dosen sebanyak 994 orang.

“Tunjangan profesi itu diberikan untuk meningkatkan profesionalisme dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kampus. Sehingga kalau masih keluyuran maka tunjangan itu akan dihentikan. Hal itu sebagai bentuk pembelajaran,” tandasnya.

oto

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…