Rabu, 22 Desember 2010 23:05 WIB Klaten Share :

Lagi, masa tanggap darurat diusulkan terpanjang

Klaten (Espos)–Masa tanggap darurat yang berakhir Rabu (22/12), lagi-lagi diusulkan diperpanjang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menilai korban erupsi Merapi masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan perbaikan darurat infrastruktur sehingga perlu tambahan waktu untuk memulihkan kondisi.

Kasubbid Potensi Linmas Badan Kesbangpolinmas Klaten, Djoko Roekminto saat dijumpai wartawan di ruang Satlak Kompleks Setda Klaten, Rabu, menuturkan, masih ada ratusan korban erupsi Merapi yang tinggal di pengungsian, baik yang berasal dari Balerante, Kemalang maupun dari Cangkringan, Sleman.

Dia merinci pengungsi yang terdata saat ini di Prambanan 163 orang, Jogonalan 254 orang, Dodiklatpur Rindam IV/Diponegoro 324 orang serta Pilangsari, Kebonarum 239 orang.

“Pengungsi belum bisa kembali ke rumah karena rumah mereka hancur atau rusak diterjang erupsi Merapi belum diperbaiki,” jelasnya.

Sementara, ungkap dia, pembangunan selter di Bumi Perkemahan Kepurun yang diharapkan bisa ditempati pengungsi untuk sementara belum jelas kapan rampung.

rei

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…