Rabu, 22 Desember 2010 05:38 WIB Solo Share :

Komisi I desak peremajaan Linmas

Solo (Espos)–Komisi I DPRD Kota Solo mendesak eksekutif melakukan peremajaan petugas perlindungan masyarakat (Linmas).

Pasalnya, faktor usia yang sudah lanjut menjadi kendala Linmas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Anggota Komisi I, Asih Sunjoto Putro kepada Espos, Selasa (21/12), mengatakan tugas dan kewajiban petugas Linmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban sudah cukup berat.

Tugas itu akan semakin berat jika diampu oleh petugas Linmas yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, pihaknya mendesak eksekutif melalui Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) untuk melakukan peremajaan petugas Linmas.

“Kalau sudah tua, tidak perlu dipaksakan yang justru akan membuat kinerjanya tidak maksimal,” tegas Asih.

Asih mengakui, minat kalangan anak muda untuk bergabung menjadi anggota Linmas cenderung minim. Hal itu dipengaruhi oleh rendahnya kesejahteraan yang diperoleh petugas Linmas.

Asih menilai, honor senilai Rp 22.500 per shift masih minim mengingat para Linmas itu bertugas selama delapan jam per hari. Terlebih, terdapat sejumlah kelurahan yang terlalu banyak memiliki petugas Linmas seperti Nusukan.

Sebab, semakin banyak petugas Linmas di suatu kelurahan berarti semakin sedikit honor yang mereka terima.

“Idealnya satu kali shift itu honornya Rp 40.000. Selain menaikkan honor, harus ada pemerataan Linmas. Jangan sampai ada kelebihan Linmas di suatu kelurahan sementara di kelurahan lain masih kekurangan,” urai dia.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…