Rabu, 22 Desember 2010 08:44 WIB Internasional Share :

Gempa Jepang, keadaan berangsur normal

Tokyo–Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang melanda Pulau Bonin atau Pulau Ogasawara, Jepang memang sempat membuat panik warga setempat karena adanya peringatan tsunami setinggi 2 meter. Namun, peringatan tersebut dicabut.

Tidak ada laporan korban jiwa ataupun kerusakan akibat gempa ini. Demikian seperti dilansir dari AFP, Rabu (22/12).

Gempa yang berpusat di kedalaman 14 kilometer ini terjadi sekitar pukul 02.19 waktu setempat. Saat sirine peringatan tsunami berbunyi, warga setempat tersentak dari tidur dan langsung berbondong-bondong menuju ke wilayah yang lebih tinggi.

Menurut pejabat desa Chichi-shima, Koji Watanabe, sebanyak 120 orang telah dievakuasi ke wilayah lebih tinggi di Chichi-shima pulau dan sebanyak 50 orang di pulau Haha-shima.

Namun, salah seorang pemilik hotel di Chichi-shima, Masao Nagai menuturkan kepada AFP melalui telepon, bahwa tidak ada kerusakan properti sama sekali maupun korban jiwa di sekitar hotelnya. Dia menambahkan, saat ini keadaan di wilayah tersebut telah kembali normal.

Sedangkan pemerintah setempat di pulau-pulau Ogasawara, dekat Iwo Jima, telah menyiapkan lima tempat penampungan bagi warga setempat. Namun, sebelum fajar semua telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak ada laporan cedera atau kerusakan properti.

“Guncangannya relatif lebih kuat dari gempa yang pernah kita rasakan di masa lalu. Tapi tidak ada kepanikan, semua orang bertindak tertib. Warga yang berada di tempat penampungan kini telah kembali ke rumah masing-masing,” kata pejabat setempat, Kenichi Mochida.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…