Selasa, 21 Desember 2010 16:58 WIB Boyolali Share :

Tabrakan karambol, 1 luka berat

Boyolali (Espos)–Tabrakan karambol terjadi di wilayah Boyolali, Selasa (21/12) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB. Tabrakan ini melibatkan dua mobil dan satu bus di ruas Jalan raya Boyolali-Kartasura atau di sebelah timur pertigaan Ngangkruk, Banyudono.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tabrakan itu satu orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Seluruh korban luka merupakan penumpang mobil Toyota Avanza.

Informasi yang dihimpun <I>Espos<I> di lokasi kejadian, Selasa, menyebutkan tabrakan ini melibatkan mobil Toyota Avanza warna biru Nopol B 2758 ZI, pikap L-300 Nopol AD 1949 YD dan bus Rosalia Indah jurusan Jakarta-Madiun Nopol AD 1621 DA. Awalnya, mobil Avanza berpenumpang lima orang dan dikemudikan Edyson Haryanto melaju dari arah barat atau Boyolali.

Sesampai di lokasi kejadian, diduga mengantuk, mobil Avanza melaju agak ke kanan melewati marka. Dari arah berlawanan atau Solo, muncul pikap L-300 yang dikemudikan Marsono. Tabrakan pun tak bisa dihindari.

Akibat peristiwa itu, mobil Avanza melintang di tengah jalan. Saat itu, kondisi di lokasi kejadian tidak ada lampu penerangan jalan dan berkabut.

Setelah bertabrakan dengan pikap L-300 dan penumpang Avanza masih berada di dalam mobil, dari arah Boyolali muncul bus Rosalia Indah yang dikemudikan Suhadi, 40, warga Sidowayah, Ngawi, Jatim. Karena kondisi berkabut dan jarak yang terlalu dekat, bus sempat menghantam bagian belakang mobil Avanza. Akibatnya, mobil melaju ke arah selatan dan berhenti di jalur lambat.

Sopir bus Rosalia Indah Suhadi menuturkan saat mengemudikan busnya dirinya tidak mengetahui adanya kecelakaan itu. Pasalnya, saat itu kondisi berkabut dan gelap tidak ada lampu penerangan jalan.

“Saat mobil Avanza bertabrakan itu, tidak ada lampu mobil yang menyala dan jalan sangat sepi. Selain itu, jalan juga berkabut,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Suhadi menambahkan saat itu dirinya sempat berusaha membanting setir ke kiri. Namun karena jaraknya yang terlalu dekat dengan mobil, akhirnya bus sempat menyenggol mobil. Saat bertabrakan itu, dirinya berusaha agar bus yang dikemudikan tidak terguling ke parit sedalam sekitar tiga meter dari jalan.

“Beruntung bus bisa berhenti. Saya berusaha mengeluarkan seluruh penumpang yang berjumlah 30 orang dengan memecah kaca bagian kanan. Akhirnya seluruh penumpang bisa selamat,” jelas dia.

Akibat peristiwa kecelakaan karambol itu, bodi mobil Avanza ringsek di bagian depan dan tengah. Sedang bus mengalami kerusakan di bagian kaca depan. Selain itu, bodi bus terperosok ke parit. Sedang korban luka diantaranya Mardiyanti, Johana Sebastian dan Johana Dafin.

Peristiwa kecelakaan itu juga membuat arus lalu lintas jalan raya Solo-Semarang menjadi tersendat. Hal itu dikarenakan pengguna jalan ingin melihat kecelakaan tersebut. Selain itu, arus tersendat, akibat adanya perbaikan jalan dalam rangka pelebaran jalur Boyolali-Kartasura oleh Dinas Bina Marga Jateng.

Sementara, keempat korban luka kini menjalani perawatan lebih lanjut di RS Panti Waluyo Solo.

Terpisah, Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kasat Lantas AKP Sugandi mengatakan hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan intensif tentang penyebab kecelakaan.

fid

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…