Selasa, 21 Desember 2010 20:31 WIB Hukum Share :

Polisi ringkus pembunuh siswi SD di Semarang

Semarang (Espos)–Petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang meringkus Sutrimo, 25, pelaku pembunuhan terhadap siswi SD bernama Robiatun Siti Nurjanah, 9, warga RT 9 RW 2 warga Kelurahan Sendangguwo, Tembalang, Semarang.

“Tersangka Sutrimo masih tetangga korban telah kami tangkap,” kata  Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Agustinus Pangaribuan didamping Kapolsek Tembalang Kompol Restiana Pasaribu kepada wartawan di Semarang, Selasa (21/12) sore.

Penangkapan terhadap tersangka, jelas Agustinus setelah polisi mendapatkan laporan dari warga yang melihat Sutrimo sedang membeli bensin di sebuah tempat tidak jauh dari Sendangguwo pada Senin (20/12) sore.

“Warga yang melihat keberadaan tersangka segera melaporkan ke petugas polisi yang langsung bergerak ke lokasi melakukan penangkapan,” ujarnya.

Menurut Kasat Reskrim, tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KHUP dengan ancaman hukuman mati.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, tersangka ditahan di Mapolrestabes Semarang.

Seperti diberitakan siswi kelas III Sekolah Dasar (SD) Al Hikmah Semarang, Robiatun Siti Nurjanah ditemukan warga sudah meninggal dunia Minggu (19/12).

Mayat korban ditemukannya sudah membusuk terkubur di septic tank rumah milik tetangga korban Suparmin, 55, warga RT 9 RW 11 Kelurahan Sendangguwo, Tembalang, Semarang.

Sementara dalam keterangan kepada petugas Polrestabes, tersangka
Sutrimo menjelaskan melakukan pembunuhan karena dendam terhadap ayah korban yang kerap menghina dirinya.

oto

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….