Selasa, 21 Desember 2010 17:54 WIB News Share :

Plt Disdikpora Salatiga disidang

Salatiga (Espos)--Pengadilan Negeri Salatiga menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat peraga pendidikan senilai Rp 6,9 miliar dengan terdakwa Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Salatiga, Drs Zaenuri, Selasa (21/12). Sidang yang dipadati pengunjung tersebut berlangsung emosional.

Keluarga terdakwa yang mengikuti jalannya sidang yang dipimpin hakim ketua Satria Adi SH, tak kuat menahan tangis sedih. Pun demikian, sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Musriyono berlangsung lancar.

Dalam pembacaan dakwaannya, JPU menjerat terdakwa dengan dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU 20/2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Terdakwa dianggap bertanggung jawab atas munculnya kerugian negara, sesuai hasil audit BPK, senilai lebih dari Rp 850 juta akibat pelaksanaan proyek yang diduga menyimpang. Dalam kegiatan tersebut, terdakwa menjabat selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

“Sementara dakwaan subsidairnya adalah Pasal 3 Jo Pasal 18 UU 20/2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ungkap Musriyono.

Selain Zaenuri, kejaksaan juga telah menahan tersangka dari pihak rekanan, yakni Sri Kustoyo selaku Direktur PT GMA Salatiga. Sri Kustoyo rencananya disidangkan lebih dulu baru setelah itu sidang Zaenuri digelar sehari berikutnya. Namun dengan alasan yang tak disebutkan, PN lebih dulu menggelar sidang dengan terdakwa Zaenuri.

Baru hari ini, Rabu (22/12), rencananya Sri Kustoyo akan dihadapkan ke meja hijau untuk kali pertama.

kha

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…