Selasa, 21 Desember 2010 09:38 WIB News Share :

Pasca meletus, aktivitas Bromo kembali menurun

Probolinggo–Pasca meletus, aktivitas Gunung Bromo hari ini kembali menurun. Amplitudo gempa tremor mendatar selama enam jam terakhir mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Selasa (21/12) gunung eksotik di Probolinggo ini hanya tercatat 15-30 milimeter.

“Aktivitasnya terus menunjukkan penurunan pasca terjadinya dua kali letusan yang terjadi Minggu (19/12) dan Senin dini hari (20/12),” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo di Cemorolawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, M Syafii saat dihubungi.

Bahkan gempa tektonik, kata Syafii, tidak terjadi. Hal ini menunjukkan penurunan aktivitas. Meski menurun, pihaknya tetap mewaspadai karena Bromo masih mengeluarkan asap sulfura disertai pasir yang mengarah ke arah timur.

“Meski menurun, sampai saat ini masih terpantau terus mengeluarkan abu disertai material pasir dan terkadang kerikil panas yang jatuh disekitar kawah,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Bromo semalam terlihat bak kembang api yang terjadi hampir lima menit lamanya. Selain itu, pasca diturunkan status dari Awas menjadi Siaga, Bromo mengalami dasyat dua kali letusan dahsyat.

dtc/tiw

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….