Selasa, 21 Desember 2010 21:49 WIB Solo Share :

Komisi I
Lakukan peremajaan Linmas

Solo (Espos)--Komisi I DPRD Kota Solo mendesak eksekutif melakukan peremajaan petugas perlindungan masyarakat (Linmas). Pasalnya, faktor usia yang sudah lanjut menjadi kendala Linmas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Anggota Komisi I, Asih Sunjoto Putro kepada Espos, Selasa (21/12), mengatakan tugas dan kewajiban petugas Linmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban sudah cukup berat. Tugas itu akan semakin berat jika diampu oleh petugas Linmas yang sudah lanjut usia.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak eksekutif melalui Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) untuk melakukan peremajaan petugas Linmas. “Kalau sudah tua, tidak perlu dipaksakan yang justru akan membuat kinerjanya tidak maksimal,” tegas Asih.

Asih mengakui, minat kalangan anak muda untuk bergabung menjadi anggota Linmas cenderung minim. Hal itu dipengaruhi oleh rendahnya kesejahteraan yang diperoleh petugas Linmas.

Asih menilai, honor senilai Rp 22.500 per shift masih minim mengingat para Linmas itu bertugas selama delapan jam per hari. Terlebih, terdapat sejumlah kelurahan yang terlalu banyak memiliki petugas Linmas seperti Nusukan. Sebab, semakin banyak petugas Linmas di suatu kelurahan berarti semakin sedikit honor yang mereka terima.

“Idealnya satu kali shift itu honornya Rp 40.000. Selain menaikkan honor, harus ada pemerataan Linmas. Jangan sampai ada kelebihan Linmas di suatu kelurahan sementara di kelurahan lain masih kekurangan,” urai dia.

Dengan naiknya kesejahteraan Linmas itu, kata Asih, akan merangsang ketertarikan anak muda untuk bergabung menjadi anggota Linmas. Apalagi jika dalam bertugas mereka dibekali dengan peralatan yang lebih memadai daripada sekadar sepeda angin.

Menanggapi hal itu, Kepala Kesbangpolinmas, Suharso mengatakan rencana peremajaan petugas Linmas sudah terpikirkan saat ini. Akan tetapi, peremajaan Linmas itu tidak akan dilakukan secara frontal. “Peremajaan itu akan kami lakukan secara bertahap melalui pendekatan personal dengan masing-masing Linmas yang sudah tua. Nanti akan ada pesangon secukupnya sebagai ucapan terima kasih atas pengambdiannya selama ini,” tukas Suharso.

Dalam hal ini, Suharso membantah jika minat anak muda untuk bergabung menjadi petugas Linmas minim. Menurutnya, animo anak muda untuk bergabung menjadi anggota Linmas masih tinggi mengingat masih banyaknya di antara mereka yang menanyakan perekrutan Linmas kepada Kesbangpolinmas. “Kami juga akan mengevaluasi kinerja Linmas di masing-masing Kelurahan. Pemerataan Linmas perlu dilakukan sesuai dengan potensi wilayahnya,” tandas Suharso.

mkd

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…