Selasa, 21 Desember 2010 09:53 WIB Ekonomi Share :

IHSG menguat tipis 7 poin

Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak penguatan tipis 7 poin pada pembukaan perdagangan pagi ini. Indeks mencoba bangkit setelah kemarin tertekan sentimen negatif konflik di semenanjung Korea.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat tipis 4,930 poin (0,14%) ke level 3.573,740. Sedangkan Indeks LQ 45 naik tipis 1,297 poin (0,20%) ke level 639,541.

Membuka perdagangan, Selasa (21/12), IHSG kembali naik, menguat 7,442 poin (0,21%) ke level 3.576,252. Indeks LQ 45 naik 1,996 poin (0,31%) ke level 640,240.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terus menanjak, naik 17,482 poin (0,49%) ke level 3.586,292. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,148 poin (0,65%) ke level 642,392.

Kemarin, IHSG gagal melaju ke teritori positif akibat sentimen melemahnya bursa regional menyusul memanasnya lagi situasi di Korea. IHSG terus melemah meski tekanan jual asing sudah mereda. Pada perdagangan kemarin, indeks melemah 12,755 poin (0,35%) ke level 3.568,810.

Tekanan dari konflik saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan di regional mulai berkurang. Investor mulai kembali menanamkan modalnya berinvestasi sehingga bursa-bursa regional pagi ini mulai menguat kembali.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

* Indeks Komposit Shanghai naik 5,88 poin (0,21%) ke level 2.858,79.
* Indeks Hang Seng naki 62,14 poin (0,27%) ke level 22.701,22.
* Indeks Nikkei 225 menguat 75,27 poin (0,74%) ke level 10.291,68.
* Indeks Straits Times naik tipis 3,36 poin (0,11%) ke level 3.136,32.
* Indeks Kospi menguat 15,48 poin (0,77%) ke level 2.035,76.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…