Selasa, 21 Desember 2010 03:42 WIB Sragen Share :

Dana pembangunan rumah kompos Gawan membengkak

Sragen (Espos)–Dana pembangunan rumah pembuatan kompos berikut kandang ternak di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, membengkak.

Semula anggaran dari pemerintah pusat melalui Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Kementrian Pertanian hanya Rp 85 juta. Namun, pengelola berencana melakukan pengembangan sehingga dibutuhkan tambahan dana lagi sekitar Rp 40 juta. Tambahan dana tersebut diperoleh dari swadana masyarakat, khususnya para anggota kelompok tani.

Sementara itu, peletakan batu pertama untuk pembangunan kandang dilakukan Senin (20/12), dihadiri anggota kelompok tani, masyarakat dan perangkat desa menerangkan pembangunan rumah kompos dan kandang semula hanya diplot Rp 85 juta. Rencana awal dana itu untuk membangun kandang dengan luas 9 meter (m) x 7 m atau luas 60 meter persegi (m2).

“Tapi, dari kelompok tani menilai perlu perluasan, jadi akhirnya kandang diperluas menjadi 10 m x 8 meter atau luas 80 m2. Untuk itu butuh tambahan dana Rp 40 juta,” jelas Sutrisna, kepada Espos, seusai menghadiri acara peletakan batu pertama, di lokasi setempat, Senin.

Pembangunan rumah kompos tersebut diharapkan dapat memproduksi pupuk organik untuk mencukupi kebutuhan anggota kelompok tani Desa Gawan. Di desa tersebut terdapat sekitar 200 hektar lahan pertanian tanaman padi yang potensial dikembangkan untuk pertanian organik.

Sedangkan, Sutrisna melanjutkan, bahan baku pembuatan kompos, berupa kotoran ternak akan disuplai dari usaha peternakan yang dikembangkan di kandang tersebut. Lebih jauh, dia menyebut untuk pengadaan ternak, pihaknya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berupa kambing senilai Rp 30 juta dan sapi senilai Rp 28 juta.

Saat ini, pihak desa masih menunggu proses pencairan dana untuk pengadaan ternak. “Sekarang sedang diproses untuk pencairan anggarannya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak desa berencana mengembangkan usaha peternakan menjadi salah satu badan usaha milik desa (BUMDes). Ketua Unit BUMDes Peternakan Gawan, Suyadi menerangkan pembengkakan dana untuk pengembangan pembangunan rumah kompos dan kandang merupakan hasil kesepakatan anggota kelompok tani dan warga masyarakat setempat. Dia berharap pengembangan tersebut memberikan imbas positif pada masyarakat.

tsa

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…