Selasa, 21 Desember 2010 18:41 WIB News Share :

Antisipasi teroris Polda kumpukan dai

Semarang (Espos)–Kepolisian Daerah (Polda) Jateng mengumpulkan dai atau mubalig dari 35 kabupaten/kota guna mengantisipasi gerakan terorisme di kalangan masyarakat.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Sarasehan Dai Kebangsaan tahun 2010 tersebut diikuti dai dari unsur Bina Mental Polri dan Kodim, serta ulama Islam berlangsung di Hotel Siliwangi, Kota Semarang, Selasa (21/12).

Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang menyatakan peran serta masyarakat, termasuk para dai sangat diperlukan dalam upaya menanggulangi terorisme.

“Keterlibatan masyarakat, utamanya para dai dalam penanggulangan terorisme sangat penting,” katanya.

Pasalnya Provinsi Jateng merupakan salah daerah yang banyak dilakukan penangkapan pelaku yang diduga teroris, terakhir Abu Tholut di Kudus.

“Para ulama dan dai agar melalui ceramahnya dapat memberikan pemahaman agama yang benar serta mengajak kepada masyarakat agar tak mudah terprovokasi melakukan tindak kekerasan,” ujar Kapolda.

Salah satu pembicara dalam saresehan tersebut yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj.

Said Aqil mendukung langkah Polda mengumpulkan para dai dan ulama tersebut, karena untuk pemberantasan terorisme perlu melibatkan peran serta masyarakat.

“Kalau hanya mengandalkan polisi saja sulit, perlu peran serta masyarakat, ulama, dan dai,” ujar dia.

oto

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…