Selasa, 21 Desember 2010 10:35 WIB News Share :

1,9 Juta orang akan terbang dari Cengkareng

Jakarta–Libur Natal dan Tahun Baru telah di depan mata. Sebanyak 1.919.344 orang akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (BSH), Cengkareng, ke berbagai tujuan. Maskapai penerbangan pun menambah jadwal mereka sebanyak 320 jadwal.

Guna menghadapi masa liburan itu, PT Angkasa Pura (AP) II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta, membuka Posko Angkutan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 mulai, Rabu (22/12) hingga 4 Januari 2011 mendatang.

Direktur Utama PT AP II Tri S Sunoko mengatakan, langkah ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dan meningkatkan pelayanan bagi  masyarakat pengguna jasa bandara agar dapat melaksanakan penerbangan menuju  kampung halaman maupun tempat-tempat wisata dengan tertib, aman, nyaman dan lancar.

”Sebagaimana komitmen kami, perusahaan akan selalu mengupayakan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelanggan, terlebih di masa-masa khusus seperti momentum Natal dan Tahun Baru seperti sekarang ini, yang diprediksi akan mengalami peningkatan pergerakan penumpang hingga 15 persen dibandingkan hari-hari normal yang mencapai rata-rata 124.000 penumpang per hari,” jelasnya seperti siaran pers yang diterima Selasa (21/12).

Sejauh ini, imbuh Tri, PT AP II telah memperoleh data jumlah penambahan jadwal penerbangan tambahan (extra flight) sebanyak 320 jadwal dari Jakarta ke sejumlah kota tujuan. Maskapai yang telah mengajukan tambahan penerbangan tersebut antara lain Garuda Indonesia sebanyak 16 penerbangan tujuan Denpasar, dua penerbangan menuju Surabaya, dan 46 jadwal ke Pontianak.

Kemudian Indonesia AirAsia sebanyak 144 penerbangan menuju Denpasar dan 16 penerbangan ke Singapura. Sementara maskapai lainnya adalah Mandala Airlines yang telah mengajukan 16 penerbangan tambahan menuju Hongkong.

Dijelaskan, sedikitnya ada tiga posko yang akan dibuka PT AP II di BSH, yakni di area Terminal 1B dan Terminal 2E yang akan menjadi Pusat Pelayanan Informasi. Sedangkan satu posko lainnnya terletak di area parkir Terminal 1 B yang merupakanPosko Pusat Pengendalian dan Pengamanan (Puskodal), berisi personel gabungan yang melibatkan di antaranya personel Aviation Security PT AP II, Administratur Bandara, Kepolisian, serta TNI dan unsur lainnya yang akan bertugas dengan menggunakan sistem shift (bergilir).

Prediksi Jumlah Penumpang

Menurut Tri  Sunoko, pada masa pelaksanaan angkutan Natal 2010 dan Tahun baru 2011 ini, jumlah penumpang yang akan menggunakan jasa pesawat udara melalui Bandara Soekarno – Hatta diperkirakan mencapai 1.919.344 orang. Jumlah tersebut lebih besar 15 persen bandingkan masa yang sama pada tahun sebelumnya.

”Pada kegiatan Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 lalu, jumlah pergerakkan penumpang di BSH mencapai 1.668.995 orang. Ada peningkatan jumlah penumpang sebanyak 250.349 orang pada tahun ini yang kita prediksikan, atau naik 15 persen pada tahun ini,” jelasnya.

Sebagai persiapan mengantisipasi lonjakan yang terjadi, PT AP II selaku pengelola BSH melakukan sejumlah persiapan. Antara lain untuk sisi udara (air side), telah disiapkan fasilitas pendukung pemanduan lalu lintas udara, fasilitas take-off/landing, fasilitas pendukung pergerakan pesawat udara di apron termasuk garbarata, peningkatan kapasitas uninterruptible power supply (UPS) dan genset untuk mengantisipasi gangguan pasokan tenaga listrik, serta fasilitas pendukung ground handling.

Sedangkan untuk sisi darat (land side), disiapkan Posko Monitoring dan Pengendalian dan Pengamanan di Terminal 1B dan 2E yang didukung dengan Patroli Mobil Security Bandara dan Bantuan Operasi oleh Polres, Brimob, POM/Garnizun, fasilitas kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), serta Pramuka. Selain itu, disediakan juga Media Center untuk wartawan dan ruang konferensei pers.

Untuk optimalisasi pengaturan kawasan bandara, upaya pengawasan dan pengaturan lalu lintas kendaraan penumpang di Gerbang BSH dan Pintu Masuk M1 dilakukan oleh sedikitnya 200 personel Polres Bandara. Jumlah itu belum termasuk personel pengawas dan pengatur lalu lintas dan pergerakan orang di area Terminal 1, 2 dan 3, yang melibatkan aparat Polres Bandara, Pramuka, serta Duta Bandara.

”Selanjutnya untuk melancarkan arus penumpang, dilakukan optimalisasi X-Ray Security Check Point (SCP1 dan SCP2) di setiap terminal, yang terdiri dari 26 unit X-Ray di Terminal 1, 26 unit X-Ray di Terminal 2, dan 7 unit X-Ray di Terminal 3, serta serta optimalisasi Check-in Desk dan Help desk dengan total 217 desk. Lampu-lampu penerangan juga kita tambah,” papar Tri Sunoko. Selain itu juga dilakukan updating fasilitas FIDS yang akan menyampaikan informasi gerbang keberangkatan (gate information) pesawat dan jadwal penerbangan (flight information), serta optimalisasi kamera pengawas CCTV yang saat ini mencapai 480 unit.

Optimalisasi area parkir di BSH juga dilakukan PT AP II untuk memperbesar kapasitas dari yang telah ada sebelumnya, hingga mencapai total 7.946 unit kendaraan baik roda empat maupun roda dua pada saat ini. Rinciannnya, untuk Terminal 1 berkapasitas 3.998 kendaraan, terdiri dari area untuk mobil sebanyak 2.129 unit, sepeda motor sebanyak 1.600 unit, dan parkir inap sebanyak 269 unit. Kemudian di Terminal 2, tersedia lahan parkir untuk  1.556 unit mobil, 1.600 unit sepeda motor, dan parkir inap unti 253 unit mobil. Sedangkan di Terminal 3, tersedia area parkir untuk 392 mobil, 312 unit sepeda motor dan parkir inap untuk 116 unit mobil.

”Personel di area parkir juga kita tambah untuk memandu pelanggan memarkir kendaraannya. Di sisi lain, untuk memudahkan proses perpindahan penumpang antarterminal, disediakan 4 unit shuttle car dan 8 unit shuttle bus secara gratis,” lanjut Tri.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…