Senin, 20 Desember 2010 17:14 WIB Ekonomi Share :

Penjual kaus Timnas kewalahan penuhi permintaan

Euforia kemenangan Timnas Garuda Indonesia dalam Piala AFF 2010, setidaknya hingga pertandingan semifinal Minggu (19/12), rupanya tidak hanya dirasakan para suporter dan pecinta bola.

Para pelaku bisnis yang berusaha meraup untung dari penjualan kaus Timnas pun ikut merasakan euforia yang teramat sangat dari momen tersebut. Betapa tidak? Mereka mengaku tergopoh-gopoh memenuhi permintaan pasar atas kaus Timnas, yang terus mengalir.

“Tapi sayang, saat permintaan kaos Timnas memuncak, justru pasokan kaos dari beberapa produsen di Bandung, Jakarta, Pekalongan dan beberapa daerah lainnya mulai terbatas. Saya sendiri kewalahan memenuhi permintaan toko-toko kaus yang juga mulai kehabisan stok kaus Timnas,” tutur Pemilik Arif Sport Grosir, Arif Sulistianto, saat ditemui Espos, di tokonya Jl Sabang Utara Pasar Legi, Senin (20/12).

Ia menuturkan, sebelum semifinal leg kedua antara Timnas Garuda Indonesia melawan Filipina, ia sudah memasok 200 lusin kaus berwarna merah, hitam dan hijau berlogo burung garuda di bagian dada kaus. “Dan langsung saya pasok ke toko-toko di sekitar pasar Legi, itupun katanya langsung habis terjual. Sekarang saya masih ada stok, tapi jumlahnya sangat terbatas. Mudah-mudahan hari ini, saya bisa peroleh kiriman kaus lagi dari Pekalongan.”

Senada disampaikan Pemilik Toko Budi Jaya di Jl Sabang Pasar Legi, Budi. Ia hanya bisa menawarkan beberapa potong kaus yang tergantung di kiosnya. “Tinggal beberapa potong kaus saja. Barangnya nggak ada. Padahal yang cari banyak,” ujarnya.

Dalam satu hari, ratusan pecinta bola menyambangi kiosnya untuk mencari kaus kebanggaan itu. “Yang paling banyak dicari yang harganya Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per potong. Ada yang kualitasnya bagus dan berkrah, harganya sampai Rp 65.000 per potong.”

Baik menurut Arif maupun Budi, kaus Timnas yang dijual saat ini dan mungkin hingga laga final nanti, harganya lebih tinggi dari harga di pasar pada umumnya. “Kaus warna hitam berkrah bahan katun, biasanya hanya Rp 65.000 per potong, kalau sekarang saya tawarkan Rp 100.000 per potong pasti banyak yang mau,” tutur Arif.

haw

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…