Senin, 20 Desember 2010 09:07 WIB Hukum Share :

Pejabat Pemkot Bekasi digerebek di diskotek

Jakarta--Seorang pejabat Pemerintah Kota Bekasi digerebek aparat Kepolisian Bekasi Kota dan Badan Narkotika Kota (BNK) saat berpesta di diskotek Crown, Jakarta Barat. Dari pejabat eselon III itu tidak ditemukan adanya narkoba.

“Walikota Bekasi meminta tolong kepada kami untuk mengamankan Pak BS di diskotek tersebut,” kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto saat dihubungi, Senin (20/12).

Imam mengatakan, BS yang merupakan pejabatDinas Pengawasan dan Pengendalian Bangunan (P2B) Pemkot Bekasi itu semula dilaporkan sedang berpesta narkoba di dikotek tersebut. Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang menerima laporan tersebut, kemudian mengerahkan BNK dan meminta bantuan polisi untuk menggerebek BS di diskotek tersebut pada Minggu (19/12) malam.

Dengan dilengkapi satu surat perintah penangkapan, anggota Polresta Bekasi kemudian menuju lokasi yang ditunjuk. Saat digerebek, BS memang ada di diskotek tersebut bersama temannya.

Namun, dari hasil pemeriksaan urine, BS tidak terbukti menggunakan narkotika. “Nggak ada (barang bukti). Tes urinenya juga negatif,” kata Imam.

Polresta Bekasi Kota lalu menyerahkan BS kepada BNK Bekasi. “Kita lepaskan, kita serahkan yang bersangkutan ke Walikota,” kata Imam.

Imam mengungkapkan, penggerebekan itu dilakukan pihak Pemkot Bekasi untuk menertibkan aparatnya yang keluyuran ke diskotek. Sebelumnya, Senin (13/12) lalu, santer diberitakan enam pejabat Pemkot Bekasi digerebek aparat kepolisian di diskotek Golden Crown, Jakarta Barat saat merayakan ulang tahun salah satu pejabat. Namun, keenam pejabat itu dilepaskan karena tidak cukup bukti.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…