Senin, 20 Desember 2010 02:11 WIB Sragen Share :

PDIP persempit peluang ‘kutu loncat’

Sragen (Espos)–Rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk calon bupati (Cabup)-calon wakil bupati (Cawabup) bakal diturunkan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen membuka pendaftaran calon dari partai politik (Parpol). Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP tersebut bakal membatasi strategi calon untuk menjadi ‘kutu loncat’.

Prediksi tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sragen Sugiyamto kepada Espos, Minggu (19/12). Selain membatasi delapan calon Cabup-Cawabup yang melalui PDIP, kata dia, keputusan DPP PDIP ini juga dinanti-nanti sejumlah partai politik lainnya, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat (PD) dan partai lain yang memiliki kursi di parlemen.

“Delapan calon PDIP itu memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi DPP. Khusus untuk peluang Yuni (Kusdinar Untung Yuni Sukowati-red) dan Totok (Bambang Samekto-red) juga memiliki peluang yang sama kuat. Keputusan DPP tentunya berdasarkan pertimbangan survei yang matang,” ujarnya.

Survei DPP PDIP terhadap delapan calon PDIP dilakukan secara dua tahap. Sugiyamto mengatakan survei kali pertama selesai dilakukan dan sekarang memasuki survei kali kedua. Survei partai berlambang banteng moncong putih itu dilakukan dengan menggandeng lembaga survei independen, yakni Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Sementara setelah fit and proper test di DPP, pimpinan DPC PDIP kembali mengundang delapan calon untuk dating ke DPC PDIP Sragen, Sabtu (18/12). Undangan tersebut diakui Sugiyamto, namun bukan untuk fit and proper test tahap kedua, melainkan hanya memberikan saran dan imbauan kepada para calon.

“Dalam pertemuan Sabtu lalu, dari delapan calon hanya dua calon yang datang, yakni Yuni dan Hendaryanto. Meski bersifat internal, kami tidak ada pembicaraan khusus. Kami hanya memberi masukan kepada para calon agar siap mental terkait turunnya rekomendasi DPP,” akunya.

Kusdinar pun juga mengakui tidak ada sesuatu yang penting dalam pertemuan dengan DPC PDIP. “Pertemuan itu hanya ngobrol biasa, tidak ada sesuatu yang penting,” paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC PD Sragen, Mualim, membantah adanya tudingan bahwa proses rekruitmen calon di internal PD masih menunggu rekomendasi DPP PDIP. Menurut dia, di internal PD memiliki mekanisme tersendiri dan saat ini sebanyak sembilan Cabup-Cawabup sedang digodok di DPP PD.

“Saya sudah mengusulkan sembilan nama ke DPP, termasuk pasangan Yuni-Darmawan (Yuda) juga kami usulkan. Dalam waktu dekat DPP bakal memanggil saya untuk memastikan siapa yang bakal mendapat rekomendasi PD,” tandasnya.

trh

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…