Senin, 20 Desember 2010 10:57 WIB Internasional Share :

Korea memanas, warga Korsel diperintahkan masuk ke bunker

Seoul–Hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) kian memanas. Apalagi militer Korsel ngotot untuk tetap melakukan latihan perang di pulau perbatasan, Yeonpyeong hari ini, Senin (20/12).

Padahal sebelumnya pemerintah Korut telah mengancam akan melakukan serangan balasan yang lebih keras jika Korsel tetap melakukan latihan perang tersebut.

Ketegangan di semenanjung Korea hari ini kian meningkat. Bahkan warga sipil Korsel yang tinggal di lima pulau perbatasan Korsel telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka. Penduduk diminta masuk ke tempat perlindungan (bunker) untuk mengantisipasi semua kemungkinan.

Juru bicara Kepala Staf Gabungan Korsel menyatakan, perintah itu dikeluarkan untuk semua pulau di Laut Kuning yang berhadapan dengan Korut.

“Itu (latihan perang) akan terjadi hari ini,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel kepada kantor berita AFP, Senin (20/12).

Pejabat-pejabat setempat di Yeonpyeong telah mengumumkan lewat pengeras suara kepada warga mengenai latihan perang tersebut. Para pejabat juga memerintahkan penduduk serta para wartawan dan lainnya untuk pergi ke bunker-bunker dalam waktu 30 menit.

Menurut sumber-sumber seperti diberitakan kantor berita Korsel, Yonhap, latihan perang dengan menggunakan peluru tajam tersebut akan digelar pada siang hari waktu setempat.

Pulau Yeonpyeong menjadi target serangan artileri Korut pada 23 November lalu. Serangan itu menewaskan dua warga sipil dan 2 marinir Korsel. Pemerintah Korut berdalih serangan itu sebagai pembalasan atas latihan perang yang digelar Korsel di wilayah tersebut.

Pekan lalu pemerintah Korut mengancam akan melakukan serangan balasan yang lebih mematikan jika Korsel tetap melakukan latihan perang di pulau tersebut.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…