Senin, 20 Desember 2010 12:00 WIB Hukum Share :

Kematian Pemred Pelangi, ditemukan bukti rekaman percakapan

Jakarta–Kematian Pemimpin Redaksi mingguan Pelangi, Alfrets Mirulewan masih terus diselidiki. Polisi kini menemukan barang bukti baru berupa rekaman percakapan antara Alfrets dengan seorang pegawai Kesatuan Penjaga Laut dan Panta (KPLP).

“Kemarin kita temukan HP yang tercebur. Di dalamnya ada chip. Kita buka chipnya ternyata ada rekaman percakapaan yang bersangkutan dengan pegawai KPLP,” kata Kapolres Maluku Tenggara Barat, AKBP Aris Sudiarsa saat dihubungi, Senin (20/12).

Aris mengatakan, dalam rekaman percakapan itu terdengar seorang pegawai KPLP menyebut Alfrets tengah mabuk. Pernyataaan Aris ini berlawanan dengan hasil otopsi dokter Puskesmas yang sebelumnya dijelaskannya bahwa tidak ditemukan cairan apa pun di dalam tubuh jenazah.

“Rekaman itu kita sita. Dulu itu kan dibilang dokter tidak ada apa-apa di dalam (tubuh jenazah). Nggak ada saya bilang tidak ada minuman keras. Itu kan hasil pemeriksaan dokter. Yang tahu itu dokter bukan saya,” ujarnya.

Menurut Aris, sudah 17 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Namun Aris membantah ada oknum polisi yang terlibat dalam adu mulut dengan Alfrets sebelum ditemukan tewas di Pelabuhan Wonreli. Dalam BAP dijelaskan, lanjut Aris, saksi dari teman Alfrets, Leksi, menyebut kalau dia diceritakan bukan melihat langsung Alfrets adu mulut dengan oknum polisi.

“Jangan underestimate dulu sama polisi. Ini yang di berita acara ya kesaksiannya temannya atas nama Leksi menyatakan diduga oknum polisi. Tapi siapa dia juga nggak tahu karena dia juga diceritakan bukan melihat langsung kejadiannya,” jelasnya.

Bahkan kamera yang sebelumnya disebut-sebut dipinjam dari teman Alfrets, Jeremy untuk mengabadikan liputan investigasinya tentang ilegal oil di Pelabuhan Wonreli juga tak ditemukan. Barang bukti yang ditemukan polisi saat di TKP penemuan mayat hanya HP dan catatan milik Alfrets.

“Nggak ada kamera di situ. Yang kita temukan hanya HP dan notebook milik dia,” ungkapnya.

Sebelumnya mayat Alfrets ditemukan di sekitar Pelabuhan Wonreli, Pulau Kisar, Maluku Barat Daya pada Jumat (10/12). Saat ditemukan, tubuh Alfrets disebut-sebut terdapat banyak luka. Menurut pihak Maluku Media Centre, Alfrets diduga korban pembunuhan. Sebelum ditemukan tewas, Alfrets diketahui melakukan peliputan mengenai ilegal oil di Pelabuhan Wonreli.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…