Senin, 20 Desember 2010 08:20 WIB News Share :

ICW tolak Abbas Said sebagai ketua KY

Jakarta–Siapa calon kuat ketua Komisi Yudisial (KY)? Hingga saat ini belum bisa dipastikan. Namun, kalangan LSM seperti ICW dan Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) menilai salah satu komisioner terpilih Abbas Said, tidak layak menjadi ketua.

Salah satu alasan penolakan tersebut adalah catatan Abbas yang pernah melakukan judicial review tentang UU KY di Mahkamah Konstitusi. Akibat gugatan itu, kewenangan KY dipangkas sehingga tidak bisa mengawasi hakim agung. Abbas saat itu melakukan gugatan bersama 31 hakim agung lainnya.

“Dengan latar belakang sebagai hakim agung memiliki konflik kepentingan ketika mengawasi hakim agung dan bahkan hakim MK di kemudian hari, integritasnya masih perlu dipertanyakan karena adanya sejumlah laporan masyarakat mengenai Abbas Said yang disampaikan ke KY dan juga KPK, dan kinerjanya juga diragukan karena masih meninggalkan sejumlah tunggakan perkara di MA,” jelas wakil koordinator ICW, Emerson Yuntho dalam keterangan persnya, Senin (20/12).

Guna menyampaikan penolakan ini, ICW dan KPP akan mendatangi KY sebelum proses pemilihan ketua berlangsung. Pertemuan digelar di KY bersama Sekjen KY Muhzayin Mahbub pada pukul 13.00 WIB.

Peneliti ICW lainnya Donal Fariz menambahkan, posisi ketua KY sangat strategis dalam proses pengawasan hakim. Terutama jika UU KY sudah direvisi, maka kewenangannya akan kembali kuat.

Karena itu, jangan sampai ketua KY dipimpin oleh sosok yang memiliki potensi menggerogoti KY dari dalam. Ketua KY juga harus bersikap tegas dan jangan mau didikte oleh politisi.

“ICW mendengar tentang itu, ada dugaan oknum politisi tertentu meminta agar memilih calon tertentu. Kita harus berpesan, mereka harus mendengar kepentingan publik daripada kepentingan pribadi,” jelas Donal.

“DPR juga suadh tidak memiliki legitimasi yuridis lagi. Jangan sampai kepentingan politik lebih terlihat daripada menyelamatkan penegakan hukum,” tutupnya.

Tujuh komisioner KY yang terpilih akan dilantik langsung oleh Presiden SBY siang nanti. Setelah itu, mereka akan memilih ketua secara internal.

Dalam seleksi di DPR, ada tujuh nama yang terpilih sebagai komisioner. Dan tampil sebagai peraih suara terbanyak adalah Eman Suparman dengan 51 suara. Sementara Abbas Said ada di peringkat kedua dengan 42 suara yang disusul kemudian oleh Imam Anshori Saleh (40 suara), Taufiqurrahman Syahuti (39 suara), Suparman Marzuki (38 suara), Jaja Ahmad Jayus (37 suara) dan Ibrahim (36 suara).

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…