Senin, 20 Desember 2010 16:29 WIB Sport Share :

Delapan atlet Djarum tampil di India Challenge

Semarang--Sebanyak delapan atlet Djarum Kudus tampil pada turnamen bulu tangkis India Challenge, Selasa-Minggu (21-26/12).

Ketua PB Djarum Kudus, Yoppy Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Senin, mengatakan, seusai mereka tampil pada turnamen “India Grand Prix” langsung terjun ke “India Challenge”.

Kedelapan pebulu tangkis yang tampil di India adalah Arif Gifar Ramadhan, Shesar Hiren Rhustavito, dan Riyanto Subagja (tunggal putra), serta Fransiska Ratnasari, Rosaria Yusfin Pungkasari, Ana Rovita, Maria Elfira, dan Febby Angguni (tunggal putri).

“Kami harapkan mereka minimal bisa meraih prestasi seperti di Grand Prix atau bahkan bisa lebih dari itu,” katanya menegaskan.

Pada turnamen Grand Prix India yang berakhir Minggu (19/12), pebulu tangkis tunggal putri Djarum Kudus, Fransiska Ratnasari berhasil melangkah ke final setelah mengalahkan pebulu tangkis tuan rumah, Sindhu Pusaria Venkata, 17-21,21-17, dan 21-15.

Tetapi pada partai puncak, Fransiska yang diunggulkan di tempat kelima gagal menjadi juara setelah kalah dari Hui Zhou (China) dengan dua set langsung, 13-21 dan 17-21.

Sementara itu semifinalis Indonesia Open Super Series, Ana Rovita hanya sampai babak semifinal karena dikalahkan Hui Zhou (akhirnya menjadi juara).

Febby Angguni yang batal membela Jateng pada PON XVIII/2012 Riau karena terikat dengan Jawa Barat hanya sampai pada babak perempat final karena kalah dari Sindhu Pusaria Venkata, 21-16 dan 21-10..

Maria Elfira juga hanya sampai babak 16 besar karena kalah dari Fransiska Ratnasari, 21-13 dan 21-17.

Terlepas dari itu, kata dia, dirinya merasa beryukur karena pebulu tangkis Djarum Kudus yang kini menghuni pelatnas, Dionysius Hayom Rumbaka berhasil menjadi juara dengan mengalahkan Suppanyi Avingsanon (Thailand) dengan tiga set, 14-21, 21-15, dan 21-12.

“Saya berharap pada turnamen bulu tangkis India Challenge ini, kita bisa menuai hasil minimal seperti di Grand Prix India. Saya harapkan tunggal putri, Fransiska Ratnasari atau Ana Rovita jadi juara,” katanya.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…