Minggu, 19 Desember 2010 11:49 WIB News Share :

Tebing di jalur selatan Lumajang longsor

Lumajang–Tebing yang berada di jalur selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang kembali mengalami longsor. Tanah longsor tersebut akibat hujan deras yang mengguyur kota pisang tersebut.

Tanah longsor yang yetjadi Sabtu (18/12) malam itu juga disertai pohon tumbang hingga membuat jalur tersebut terputus hingga, Minggu (19/12) dinihari tadi.

Sedikitnya dalam peristiwa longsor ini, 1 titik tebing ambrol hingga menutup badan jalan, sepanjang tiga meter. Selian itu, ada tiga pohon yang tumbang, yakni dua pohon bendo beurkuran besar dan satu pohon gendang.

Menurut Rochani, Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi peristiwa longsor ini terjadi di titik 500 meter sebelum jembatan Perak, di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Meski, titik tebing yang longsor tidak terlampau lebar dan cepat dibuka kembali oleh Satlak PB Kabupaten Lumajang dengan mengerahkan alat berat dengan dibantu warga setepat yang juga menggunakan mesin gergaji chainsaw,” kata Rochani, yang juga Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lumajang ini.

Selain itu, dua pohon juga tumbang hingga menutup badan jalan di atas Jembatan Perak di wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kedua peristiwa longsoran dan pohon tumbang ini, lanjut Rochani, berhasil diatasi dengan cepat, berkat koordinasi aparat kepolisian dari Polsek setempatg.

Akibat kejadian ini, petugas polsek dan jajaran Satlak PB Kabupaten Lumajang meminta pengendara yang mellaui jalur tersebut untuk memutar arah melewati jalur utara.

Arus lalu-lintas dari Kabupaten Lumajang menuju Kabupaten Malang atau sebaliknya, baru lancar kembali pagi tadi karena sisa pembersihan tanah bekas longsoran tebing dan kayu masih membutuhkan waktu. “Meski, jalur di lokasi longsoran dan pohon tumbang sempat beberapa jam terputus,” bebernya.

Untuk mengantisipasi kejadian susulan, karena di wilayah Kabupaten Lumajang, utamanya di jalur selatan terus tertutup mendung tebal dan berpotensi hujan, petugas lintas instansi tetap disiagakan.

“Jika longsoran kembali terjadi karena potensi hujan masih terlihat dengan cuaca mendung di kawasan Selatan Lumajang, maka petugas dengan mengerahkan masyarakat setempat akan cepat bekerja membuka jalur agar arus lalu-lintas tidak terhambat. Kami tetap mengimbau agar pengendara yang meintasi jalur ini tetap menjaga kewaspadaanya,” pungkas Rochani.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….